Pupuk Bersubsidi, Petani Wajib Susun RDKK

 
MALANG - PT. Pupuk Kaltim Indonesia menggelar sosialisasi product knowledge untuk memberikan edukasi terkait penyaluran dan stok pupuk subsidi yang digelar di Ijen Suites Hotel pada Jumat (11/5). Sosialisasi ini diberikan sebagai ajang silaturahmi dan juga untuk memperkenalkan produk PT. Pupuk Kaltim kepada media. 
Staf Pelayanan dan Komunikasi Produk Pupuk Kaltim, Ajang Christrianto menyatakan, pihaknya ingin mengenalkan produk Pupuk Kaltim kepada media sebagai respon atas berita kelangkaan dan pemalsuan pupuk yang banyak terjadi di masyarakat. Sehingga diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, media bisa membedakan mana pupuk yang asli dan palsu, dan juga tentang pupuk bersubsidi. 
"Selama ini, masih terjadi banyak kesalahpahaman dan masalah terkait pupuk bersubsidi, terutama yang disediakan oleh PT. Pupuk Kaltim. Dengan adanya sosialisasi ini, kami harap media bisa membedakan untuk para pihak yang berhak menerima pupuk bersubsidi ataupun tidak," ungkapnya ketika ditemui Malang Post, Jumat (11/5).
Selain itu, PT. Pupuk Kaltim juga menjelaskan tentang jenis pupuk bersubsidi dan siapa saja yang berhak menerima pupuk bersubsidi bersama proses distribusinya ke berbagai wilayah kerja PT. Pupuk Kaltim. 
"Untuk proses distribusi pupuk bersubsidi dilakukan dengan menggunakan pupuk bersubsidi secara tertutup dengan sistem distribusi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga untuk memperoleh pupuk subsidi petani diwajibkan menyusun RDKK," jelasnya. 
Kebutuhan pupuk di Indonesia, Ajang menyebutkan, adalah sejumlah 13 ton dengan subsidi pupuk dari pemerintah adalah 9,55 juta ton. Selama pekan Ramadan dan liburan, diperkirakan stok pupuk untuk Jawa Timur cukup, dengan pengontrolan distribusi di kantor pusat di Surabaya. 
"Untuk pekan lebaran ini, kami pastikan bahwa ketersediaan pupuk cukup di wilayah Jawa Timur," yakinnya.
Acara sosialisasi ini diawali dengan pengenalan produk pupuk PT Pupuk Kaltim, dari mulai pupuk organik dan anorganik. Ajang menyatakan, untuk pupuk organik PT. Pupuk Kaltim telah memproduksi pupuk Ecofert, yang merupakan pupuk hayati lahan normal dan juga pupuk Biodex, yang merupakan bioaktivator kompos yang digunakan untuk membuat pupuk kompos."Selama ini, PT. Pupuk Kaltim dikenal sebagai produsen pupuk Urea terbesar di Indonesia, dengan memproduksi 3.430 juta ton per tahunnya. Tetapi kami juga ingin melakukan penyeimbangan pupuk anorganik dengan pupuk organik, karena saat ini tanah di Indonesia sudah layu, yang artinya sudah mulai over dipenuhi pupuk anorganik," ujarnya. 
Program penyeimbangan ini, menurut pria berkacamata ini, dilakukan dengan demo pemupukan berimbang bersama petani yang digunakan untuk meningkatkan keberhasilan panen. Demo ini menyosialisasikan rasio 5 3 2, yaitu penggunaan 500 kg pupuk organik, 300 kg pupuk NPK, dan 200 kg pupuk Urea. (mg4/lim)

Berita Terkait