Indomaret dan Baygon Beri Penyuluhan PSN dan Bantuan Gerobak


BATU – Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ritel toko modern, PT Indomarco Prismatama (Indomaret) terus melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk peduli dan berbagi kepada masyarakat.
CSR Indomaret bersama Baygon dilakukan dengan menggelar penyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Jalan Cempaka, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Batu, Sabtu (12/5). Selain penyuluhan penyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk, Indomaret juga memberikan bantuan gerobak sampah kepada warga untuk dimanfaatkan sebagai sarana kebersihan desa. Pada kesempatan tersebut, warga juga diajak melakukan hidup sehat dengan senam sehat bersama.
Development Manager PT. Indomarco Prismatama Malang, Ginanjar Ismu mengatakan, penyuluhan dibidang kesehatan yang dilakukan merupakan salah satu komitmen Indomaret memberikan CSR di Kelurahan Pasanggrahan dengan melakukan PSN. Kegiatan sosial itu adalah salah satu bentuk pencegahan agar masyarakat membersihkan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dengue (DBD).
"Kegaitan ini merupakan tahun kelima yang diselenggarakan oleh Indomaret. Sebelumnya, kita berikan pencegahan dengan melakukan fogging. Namun kali ini kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Batu memberikan materi tentang PSN," ujar Gunanjar kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, pemilihan CSR di Desa Pasanggrahan bukan tanpa alasan. Dari data Dinas Kesehatan, desa tersebut merapakan daerah endemis. Artinya hampir setiap tahun Desa Pasanggrahan terdapat warga yang terjangkit DBD.
Ginanjar juga mengungkapkan, program tersebut tidak hanya dilakukan pada satu desa saja. Tetapi di beberapa desa Malang Raya yang memiliki status endemis. "Kegiatan ini akan dilanjutkan di wilayah-wilayah lain, terutama di Malang Raya. Tujuannya agar Indomaret bisa memberikan dedikasi kepada masyarakat. Tidak hanya penyuluhan, sebelumnya kita juga berikan CSR beruapa bantuan pembangunan sekolah rusak di SDN 1 Dau hingga bantuan peralatan bagi UMKM di Tajinan," bebernya.
Ia berharap kedepan, program CSR melalui PSN ini tidak hanya berlaku pada momen-momen tertentu seperti pergantian musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba. Ia juga berharap masyarakat tetap menjalankan kebersihan lingkungan agar tidak ada serangan nyamuk demam berdarah.
Sementara itu, sebagai pemateri PSN, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Yuni Astuti menyampikan kepada masyarakat bahwa selama dua tahun berturut-turut kasus DBD di wialyah pasanggrahan selalu ada. Karenanya dengan penyuluhan ini tumbuh kesadaran dari warga agar menjaga lingkugannya tetap bersih.
"Untuk Kota Batu tahun lalu tercatat 19 orang yang terkena DBD. Dari materi ini kami ingin masyarakat tahu bagaimana mencegah, memberantas penyebab DBD," katanya.
Ia mengungkapkan materi yang diberikan pada masyarakat berupa upaya pengendalian penyakit DBD, inveksi virus, penularan DBD, alur pelaporan, siklus hidup DBD hingga prinsip penanggulangan. (eri/adv/udi)

Berita Terkait