Kampoeng Malang Angkat Potensi Terbaik Malang


MALANG – Potensi wisata dan produk-produk khas Malang merupakan daya tarik bagi wisatawan. Salah satunya adalah dr Niniek Budiarti SpPD KPTI yang sangat kagum akan kebudayaan Malang baik dari produk-produk makanan hingga kain batik khas Malang dan memiliki keinginan untuk mengangkat produk-produk khas Malang bahkan sampai kelas internasional.
Untuk mewujudkan keinginnya, pada 6 Juli 2016 ia mendirikan usaha yang diberi nama Kampoeng Malang di Jalan Senyiur C3-17 Green River Cluster Ijen Nirwana Residence. Nama Kampoeng Malang sendiri memiliki makna bahwa segala produk yang ditampilkan di dalamnya merupakan produk asli dari berbagai UMKM yang ada di Kota Malang dan sekitarnya. Selain untuk mewujudkan impiannya, tujuan didirikan Kampoeng Malang ini juga untuk kepentingan sosial bagi para pelaku UMKM di Malang.
“Di sini produk yang saya ambil dari UMKM sistemnya itu beli putus. Jadi UMKM langsung terima uang untuk perputaran usahanya. Tujuannya juga untuk sosial agar UMKM di Malang bisa terus bertumbuh dan berkembang,” jelas perempuan kelahiran 5 Juli 1963 tersebut.
Kampoeng Malang menerapkan konsep One Stop Shopping, yang berarti pengunjung atau wisatawan yang datang bisa mendapatkan produk-produk khas Malangan dari berbagai daerah dengan harga dan kualitas yang sama tanpa harus jauh-jauh pergi karena akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Lokasi yang strategis di tengah kota sangat mudah dijangkau oleh para wisatawan.
Untuk produk-produk yang tersedia di Kampoeng Malang sangatlah beragam mulai dari makanan ringan, craft, cokelat, daster, dan batik. Produk-produk tersebut hand made dan telah melewati seleksi. Selain itu produk yang dihadirkan limited edition, jarang ditemui di pasaran sehingga memiliki kesan unik khas Malangan untuk menarik minat para wisatawan. Produk yang sangat diunggulkan Kampoeng Malang ini antara lain batik khas Malang yang berasal dari berbagai daerah seperti Druju, Turen, Singosari, Malang, dan Batu.
Kekaguman Ketua Persatuan Wirausaha Wanita (Perwira) Kota Malang akan produk batik ini membuat dirinya juga membuka kelas membatik untuk umum. Dengan hanya Rp 30 ribu, masyarakat dapat belajar membatik dan membawa pulang batik hasil kreasi mereka sendiri. Tak hanya itu, dirinya juga berkeinginan untuk membawa produk batik khas Malang ini ke internasional dengan memajangnya di Galeri Harold dan saat ini ia telah mengagendakan kunjungan ke Jepang untuk memperkenalkan batik khas Malang.
Selain batik, produk unggulan di Kampoeng Malang yang masih jarang ditemui di tempat lain adalah produk cokelatnya yang ia pesan langsung dari teman UMKM di kawasan Malang. UMKM tersebut telah memasarkan produknya ke berbagai negara seperi Saudi Arabia, Belanda, Belgia, dan Australia.
Jenis-jenis cokelat yang ada adalah cokelat dengan isian kismis, tempe, kacang almond, dan salah satunya adalah cokelat seduh 100 persen butter cocoa murni tanpa diganti dengan lemak lain. Berbeda dengan cokelat seduh lainnya yang berbentuk serbuk karena telah melalui proses sehingga butter cocoa telah terpisah, cokelat seduh di Kampoeng Malang ini berbentuk seperti butiran batu krikil karena butter cocoa yang masih melekat terkandung di dalamnya.
“Fungsi dari butter cocoa sendiri itu bagus untuk pembuluh darah, karena dapat  menurunkan LDL dan meningkatkan HDL dalam darah. Untuk penamaannya, bisa dibilang cukup unik karena saya mengambil nama daerah di Malang, misal Cokelat Ijen, Cokelat Klojen, dll,” tutup dr Niniek Budiarti SpPD KPTI kepada Malang Post. (ae5/nda)

Berita Terkait