Lebaran, Hotel di Malang Full Booked


MALANG - Tingkat hunian di wilayah Kota Malang, khususnya hotel rata-rata full booked pada momen libur Lebaran kali ini. Meskipun harga kamar hotel cenderung tinggi pada high season, tak menyurutkan masyarakat untuk memesan kamar .
Seperti yang terjadi pada Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat Malang Yusnie Azhari mengatakan selama periode Lebaran, yang ditentukan sejak 12 Juni hingga 19 Juni 2018, jumlah rata-rata tingkat okupansi berada di angka 90 persen. “Jumlah kamar yang kami miliki sebayak 156 kamar,” terang Account Executive Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat Malang Yusnie Azhari  kepada Malang Post.
Selama momen Lebaran, hotel tersebut membanderol harga khusus, yakni Rp 990 ribu untuk Superior room yang terdiri dari 101 kamar dan Deluxe Room Rp 1.090 ribu yang terdiri dari 55 kamar. Sementara pada hari biasa, harga yang dibanderol untuk Superior Room Rp 500 ribu dan untuk Deluxe Room Rp 560 ribu. “Dengan adanya momenhari raya Lebaran kali ini, Alhamdulilah okupansi kami cukup tinggi. Kebanyakan, tamu yang datang berasal dari luar kota Malang, untuk mudik Lebaran sekaligus liburan,” papar dia.
Hal serupa juga dialami oleh The 1O1 Hotel Malang OJ, selama satu minggu terakhir, okupansi hotel bintang empat tersebut full booked. Hotel tersebut memiliki 129 kamar yang terdiri dari 108 kamar Deluxe, 10 kamar Executive, 4 kamar Family Deluxe dan 7 Junior Suite. “Selama Lebaran, harga yang kami banderol juga berbeda dari hari biasa. Hal ini lumrah terjadi ketika season tertentu,” terang Public Relation The 1O! Hotel Malang OJ Gitvy Fitria Marethasary.
Ketika hari biasa, harga kamar yang dibanderol mulai dari Rp 650 ribu. Sedangkan ketika Hari Raya Idul Fitri, harganya dimulai dari Rp 899 ribu. Kenaikan harga tersebut tak berpengaruh terhadap kebutuhan hunian masyarakat. “Alhamdulilah, sejak satu minggu terakhir ini, okupansi kami 100 persen,” papar dia.
Sementara itu, Executive Secretary Harris Hotel & Conventions Malang Ires Mariska menambahkan, selama satu minggu terakhir, rata-rata jumlah okupansi Harris Hotel & Conventions Malang berada di angka 95 persen. “Kami menyediakan 229 kamar. Rata-rata, selama seminggu okupansinya sekitar segitu. Sementara yang full booked, Harris Villa yang menyediakan 26 villa,” terang dia.
Hotel yang terletak di kawasan River Side, Blimbing, Kota Malang ini menyediakan sebanyak 204 Harris Room, 8 Terrace Room, 11 Sky Room dan 6 Suite Room. Selama high season kali ini, harga yang dibanderol juga naik. Untuk hari biasa, publish rate berada di kisaran Rp 998 ribu. Saat ini, harganya mencapai Rp 1,7 juta. Sementara untuk harga Villa, selama high season mulai Rp 1,180 juta.
Terpisah, Assistant Sales Manager Ibis Styles Hotel Malang Hendri Wijaya mengungkapkan, selama satu minggu terakhir, rata-rata total okupansi berada di angka 100 persen. Jumlah kamar yang tersedia sebanyak 150 kamar yang terdiri dari 13 kamar Deluxe dan 137 kamar Superior.
Harga yang dibanderol pun juga berbeda, selama satu minggu terakhir, hotel yang terletak di kawasan Jalan Letjen S. Parman tersebut dibanderol dengan harga mulai Rp 850 ribu. “Namun, selama tanggal 15 Juni dan 16 Juni 2018, kami membanderol Rp 950 ribu. Itu untuk harga Superior. Kalau untuk deluxe, tambah Rp 200 ribu,” papar dia.
Hendri menjelaskan, kenaikan harga tersebut disesuaikan dengan tingkat okupansi yang didapat hotel tersebut. “Jadi, ketika okupansi berada di bawah 50 persen atau di atasnya, kami memiliki harga patokan tersendiri,” tandas dia.
Sementara itu, Kasi Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Agung H Buana mengungkapkan, selama bulan puasa, tingkat hunian berada di kisaran angka 25 sampai 35 persen. “Sejak hari H lebaran hingga hari ini (Senin, 18/6), rata-rata sudah di atas 83 persen. Kami berharap, mudah-mudahan kondisi ini bisa bertahan sampai H+10. Sehingga, pendapatan hotel bisa terkompensasi,” jelas dia ketika dihubungi Malang Post.
Kalau di kalkulasi dari seluruh jumlah kamar yang ada di kota Malang, yakni sekitar 5.000 kamar yang tersedia, mulai dari bintang dan non bintang. Kisaran harga ketika lebaran mulai dari Rp 450 ribu hingga Rp 2 juta. “Asumsinya, rata-rata harga jual kamar dikalikan dengan jumlah kamar yang ada,” kata dia.
Menurutnya, angka okupansi tersebut bisa naik karena perhotelan memanfaatkan momen high season Lebaran dengan memaksimalkan pendapatan dengan berbagai macam fasilitas. Mulai dari fasilitas kamar hingga paket menu untuk hantaran Lebaran dan juga halal bihalal. (tea/udi)