magista scarpe da calcio Penyaluran KUR Meningkat 10 Persen


Penyaluran KUR Meningkat 10 Persen


 
MALANG - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia untuk terus mendukung perekonomian rakyat. Hingga Juli 2017 lalu, secara nasional dana tersebut sudah menyalurkan Rp 40 triliun dana KUR atau 56 persen dari target Rp 71 triliun. Di Malang sendiri 31 Juli 2017 lalu telah mencapai Rp 3,861 miliar dan meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu.
Corporate Secretary BRI, Hari Siaga mengatakan angka tersebut sebagian besar disalurkan untuk KUR mikro. “KUR mikro sebesar Rp 35,6 triliun. Kalau untuk KUR ritel hanya Rp 4,4 triliun,” ujar dia ketika ditemui Malang Post.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan target untuk penyaluran KUR usaha produktif, yakni sebesar 40 persen. Dengan begitu, secara tidak langsung, Bank BRI turut membantu pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan. “Katakanlah setiap pengusaha rata-rata mempekerjakan satu orang, berarti kan makin banyak orang yang bisa memiliki pekerjaan,” jelas dia.
Pihaknya pun berharap, penyaluran KUR ini tidak hanya untuk membesarkan usaha, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat khususnya nasabah BRI. "Secara tidak langsung, kami juga membuka peluang usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru, " tukas dia. 
Sementara itu, Kepala Bagian Bisnis Mikro BRI Kanwil Malang, Nanang Saady menyampaikan, penyaluran KUR mikro BRI sejak Januari hingga 31 Juli 2017 lalu telah mencapai Rp 3,861 miliar. Jumlah tersebut disalurkan kepada 270.835 debitor. "Penyaluran KUR pada tahun ini mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding tahun lalu," papar dia. 
Nanang juga menerangkan, KUR mikro paling banyak memang untuk perdagangan. Sementara rata-rata plafon (besaran pinjaman) per debitur sebesar Rp 13 juta. "Selama ini BRI memang menyalurkan dua jenis KUR, yaitu KUR mikro dan KUR ritel," lanjut dia. 
Dia juga menambahkan, penyaluran KUR mikro maksimal dengan jumlah Rp 25 juta, sedangkan untuk KUR ritel mulai dari Rp 25 juta sampai Rp 500 juta. 
Nanang juga menjelaskan, adanya peningkatan tersebut dikarenakan potensi nasabah UMKM yang masih besar di Kota Malang. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan komunitas bisnis di Malang untuk semakin banyak menjaring nasabah dari kalangan UMKM.
“Mulai tahun ini kami juga membuka RKB (Rumah Kreatif BUMN) khusus untuk pelaku UMKM," terang Nanang. 
RKB yang terletak di Jalan Raya Langsep tersebut merupakan bentuk dukungan BRI untuk terus mengembangkan potensi dan bisnis para pelaku UMKM. "Para pelaku usaha tersebut bisa mendisplay produk hasil karya mereka di dalam rumah tersebut. beberapa produk itu antara lain kerajinan tas, sepatu, bantal, dan lain sebagainya," beber dia.
RKB tersebut tidak hanya berisi produk-produk kerajinan saja, tetapi juga dijadikan sebagai tempat pelatihan bagi para UMKM baru.(tea/nda) 

Berita Terkait

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top