Nasi Nampan Lestarikan Kuliner Tradisional


 
MALANG - Atria Hotel & Conference kembali menggeber kreativitas di sektor Food and Beverages (F&B). Di bulan September ini, Atria mengangkat menu tradisional bertajuk Sinam alias Nasi Nampan. Dalam promo tersebut, Atria menunjukkan komitmennya melestarikan menu tradisional yang unik namun ramah di kantong.
Executive Chef Atria Hotel & Conference, Gatot TC mengatakan menu tersebut dihadirkan dalam bentuk paket nasi dan lauk yang disajikan pada nampan dengan berbagai macam pilihan. Di antaranya, paket Sinam 1 yang terdiri dari nasi putih, sayur asam, gurame goreng, tumis bayam dan sambal mangga.
Kemudian, untuk paket Sinam 2 terdiri dari nasi goreng, telur mata sapi, sate ayam, ayam bakar khas atria, acar dan kerupuk. Sedangkan untuk paket Sinam 3, terdiri dari nasi jagung, ikan asin, dadar jagung, sambal terong, sayur nangka, ayam bumbu rujak khas Atria. 
“Menu tersebut dibanderol dengan harga Rp 79 ribu per paket. Menu tersebut unik, karena ada beberapa kuliner tradisional dan lawas yang jarang ditemui di hotel, seperti nasi jagung,” terang dia kepada Malang Post. 
Gatot menuturkan, menu paket tersebut dihadirkan dengan membidik target pasar ibu-ibu komunitas, arisan, karyawan bank maupun perkantoran lainnya. Dalam satu harinya, minimal enam paket bisa terjual.
“Posisi kami berada di lingkungan perkantoran. Menu yang kami sediakan adalah menu tradisional yang ramah di kantong. Satu paket itu bisa dinikmati hingga dua orang,” lanjut dia.
Untuk bersaing dengan kompetitornya, pihaknya mengaku optimis dan mampu menarik banyak pengunjung.
“Kami sengaja memberikan bahasa walikan, supaya mudah diingat orang. Kami juga memberikan service yang excellent kepada para pengunjung. Momen ini adalah momen yang tepat untuk Sinam, karena saat ini mulai banyak MICE dan kami imbangi dengan penawaran menu yang ada,” bebernya.
Gatot sendiri mengaku jika di bulan September ini menu tersebut sukses, maka ia berencana memperpanjang hingga bulan Oktober.
“Sejauh ini, kami masih adakan hingga akhir September. Terkadang, orang baru banyak memburu pada pertengahan bulan. Kami lihat dulu demandnya bagaimana. Kalau bagus, kami akan perpanjang hingga bulan Oktober,” pungkas chef berkacamata ini. (tea/nda)