Jatim Pilot Project Pengembangan Ekonomi Syariah


MALANG - Perkembangan ekonomi di syariah di Jawa Timur berkembang cukup pesat. Hal tersebut terlihat dari indikator perbankan syariah Jawa Timur, mulai dari total aset, dana pihak ketiga (DPK) dan finance deposit ration (FDR) dari tahun ke tahun terus meningkat. Selain itu, potensi ekonomi Jawa Timur sebagai ekonomi terbesar kedua setelah DKI Jakarta dengan PDRB yang mencapai 15 persen. Karenanya, Jawa Timur dijadikan pilot project untuk pengembangan ekonomi syariah dengan kekuatan lembaga syariah yang ada.
Bank Indonesia (BI) memberikan perhatian khusus melalui sebuah blueprint yang diharapkan dapat memperjelas arah, tujuan dan capaian dari target-target yang telah dicanangkan.
“Salah satu upaya yang dilakukan BI untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah adalah dengan mengadakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang secara rutin diadakan sejak 2014,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Dudi Herawadi.
Menurutnya, visi utama BI menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah dunia, dan Jawa Timur sebagai regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Dudi mengatakan, kegiatan ISEF akan berlangsung pada 7-11 November  mendatang dengan tema ‘Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboraion and Coordination’. Lokasinya dipusatkan di Grand City Convention Hall & Exbhition Center, Surabaya. Nantinya, terdapat dua kegiatan besar, yaitu Sharia Forum, yang terdiri dari beberapa kegiatan terkait dengan forum diskusi ekonomi syariah tingkat nasional-internasional. Kemudian, ada Sharia Fair yang terdiri dari kegiatan expo UMKN dan seminar dengan tema ‘Mendorong pengembangan kegiatan kewirausahaan dan UMKN berbasis ekonomi syariah’.
 “Kegiatan ISEF 2017 tersebut merupakan puncak dari kegiatan Festival Syariah (FESyar) yang sebelumnya dilakukan di tiga wilayah, yaitu Makassar, Bandung dan Medan yang diikuti oleh pesantren, pelaku usaha muda syariah dan lainnya,” lanjut dia.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, ada beberapa rangkaian acara bertajuk ‘Road to ISEF 2017’ yang diselenggarakan di empat kota, diantaranya Batu, Surabaya, Jember dan Kediri. “Untuk wilayah Malang Raya, kami pusatkan kegiatannya di Batu Town Square pada 6-7 Oktober 2017 mendatang. Ada berbagai macam lomba bernuansa syariah,” imbuh dia.
Lomba-lomba tersebut diantaranya lomba dai cilik, kompetisi entrepreneurship muda syariah, lomba kesenian daerah Islami, lomba kaligrafi hingga pemilihan duta ekonomi syariah dengan sayarat tertentu. “Untuk duta ekonomi syariah, saya juga memberikan kesempatan untuk teman-teman yang bekerja di perbankan syariah untuk turut berpartisipasi. Saya berharap, Kota Malang bisa menang dalam lomba-lomba tersebut,” tandasnya.(tea/aim)

Berita Terkait