Pertumbuhan UMK Dinilai Bagus


MALANG - Badan Pusat Statisik (BPS) Kota Malang  akan melakukan pendataan terhadap Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Usaha Menengah Besar (UMB), pada bulan Agustus dan September 2017.
Kepala BPS Kota Malang, Muhammad Sarjan  mengatakan, pendataan UMK dan UMB tersebut dilakukan untuk memperoleh data rinci usaha atau UMK dan UMB sebagai bahan perencanaan analisis, baik mikro maupun makro.

Melalui pendataan itu juga diharapkan memperoleh benchmark dan basis data bagi berbagai survei lanjutan di bidang ekonomi hingga sensus ekonomi selanjutnya. “Dalam pendataan ini sebanyak 372.000 UMB daan 1,5 juta UMK di seluruh Kota Malang akan menjadi responden,” kata Sarjan.
Pendataan tersebut akan dilakukan pada perusahaan di sektor produksi, seperti pertambangan, industry pengolahan, listrik, gas dan air, serta konstruksi. Pada sektor jasa keuangan meliputi jasa keuangan dan asuransi.
Sedangkan di sektor jasa non keuangan, akan dilakukan pendataan di bidang perdagangan, transportasi, komunikasi, akomodasi, makan atau minum, real estate, jasa professional, jasa persewaan, pendidikan, kesehatan, rekreasi dan hiburan.

“Hasil pendataan tersebut nantinya bisa memberikan gambaran lengkap, terkait level dan struktur ekonomi. Dari situ akan ada gambaran permodalan, prospek, dan kendala usaha ataupun perusahaan,” tambah dia.
Sedangkan untuk pengelola perusahaan, dapat mengetahui daya saing bisnis di Kota Malang bahkan Indonesia. Pada hasil pendaftaran Sensus Ekonomi 2016 di Kota Malang tercatat sebanyak 113.131 usaha atau perusahaan non pertanian.
Apabila dilihat berdasarkan KBLUI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) 2016, jumlah usaha atau perusahaan non pertanian itu meningkat sebanyak 9,01 persen jika dibandingkan dengan hasil Sensus Ekonomi 2006 lalu yang berjumlah 103.780 usaha atau perusahaan.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan UMK dan UMB di Kota Malang cukup bagus,” ungkapnya. Pakar ekonomi dari Universitas Brawijaya, Dias Satria mengatakan, data-data yang diperoleh oleh BPS dapat menjadi acuan pengelola perusahaan.
Data tersebut nantinya bisa mencadi cermin  dalam rangka membuat program dan langkah selanjutnya untuk kemajuan perusahaannya. Selain itu pengelola perusahaan juga tidak akan terjebak pada bisnis model tradisional. (yun/mar)

Berita Terkait