The 1O1 Malang OJ Bidik Okupansi di Atas 70 Persen

MALANG – Hadir di Kota Malang untuk kali pertama, PHM Hospitality yang mengusung brand The 1O1 Malang OJ langsung tancap gas menyiapkan dua target utama. Ini disampaikan Managing Director PHM Hospitality, Satria Wei dalam peresmian brand The 1O1 Malang OJ, Senin (17/7).

“Target pertama adalah mengembangkan bisnis di Jawa Timur dan yang kedua adalah fokus pada pendapatan,” ujar Satria. Untuk mengembangkan bisnis di Jawa Timur, Satria menyebutkan akan dilakukan dalam kurung waktu selama dua tahun. Ia mengaku pihaknya tidak akan ngotot membuka property Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur. PHM lebih memilih kota kedua dan ketiga karena peluangnya lebih baik. “Di Surabaya pemainnya sudah cukup banyak sehingga kesempatan untuk bersaing sudah sangat ketat. Sementara, jika membidik kota kedua atau ketiga, lebih memungkinkan,” sambungnya. Pada target kedua, PHM membidik okupansi di The 1O1 Malang OJ di atas angka 70 persen. Untuk mencapai target ini pihaknya sudah menyiapkan beragam strategi. Di antaranya membenahi beragam fasilitas, seperti lobi, Skyroom serta kamar tamu yang sesuai dengan identitas The 1O1 Hotel. “Begitu juga dengan service kepada para tamu. Selama ini layanan yang dihadirkan oleh OJ memang sudah bagus. Namun kami akan menanamkan soul kepada para pegawai untuk memberikan servis yang sesuai dengan identitas kami,” lanjut pria kelahiran Malang ini. Untuk rate kamar, Satria memastikan hingga akhir 2017 tidak akan ada perubahan. Namun seiring dengan pembenahan di berbagai sektor, maka rate di The 1O1 Malang OJ juga akan mengalami penyesuaian. “Kami akan membuat pricing in line. Sesuai dengan kelasnya,” imbuhnya. Untuk memikat para tamu, The 1O1 Malang OJ menawarkan lima konsep Smart Stylish. Yakni Smart Stylish Design dengan gaya chic and trendy, Smart Stylish Destination yakni hotel ini cocok untuk para pelancong, wisatawan ataupun pebisnis, Smart Stylish Hospitality yaitu guest service player akan memberikan pelayanan yang sempurna, Smart Stylish Communication yakni mempermudah komunikasi bagi tamu melalu satu akses, dan Smart Living yaitu memiliki konsep ramah lingkungan dengan cara gaya hidup yang smart, hemat energi, dan peduli lingkungan. Sementara itu, sampai akhir tahun PHM menargetkan menambah dua properti baru. Selama tujuh tahun bergelut di bidang hospitality, PHM hanya mengelola 12 hotel. Diakui oleh Satria pihaknya memang tidak mengejar kuantitas, melainkan mengutamakan kualitas. “Kami tidak mau mengejar jumlah yang banyak, namun ternyata ujung-ujungnya failed. Kerjasama pengelolaan hotel merupakan long term, jadi kami harus benar-benar klop agar kerjasama ini bisa benar-benar menguntungkan. Baik itu untuk operator maupun owner,” tutupnya. (yun/nda)

Berita Terkait