magista scarpe da calcio Kembangkan Klinik Asuransi Kesehatan Sampah, Permata Bank Syariah Beri Dukungan


Kembangkan Klinik Asuransi Kesehatan Sampah, Permata Bank Syariah Beri Dukungan


MALANG - Garbage Clinical Insurane (GCI) dan Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Permata Bank Syariah bersinergi untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan dengan pembiayaan dari hasil pengelolaan sampah. Dengan program Klinik Asuransi Sampah ini warga cukup menyerahkan sampahnya secara rutin sebagai premi asuransi kesehatan. Cukup dengan menyetorkan sampah dan dihargai hingga Rp 10ribu saja, masyarakat bisa menggunakan berbagai layanan kesehatan yang disediakan.
Pada Jumat (15/9), dr. GamalAlbinsaid, Chief Executive Officer GCI mengatakan acara yang digelar di kantor GCI yang terletak di kawasan Pasar Gadang, Kota Malang merupakan wujud kepedulian bersama antara GCI dan UPZ PermataBank Syariah.
“Dalam hal ini, GCl dan UPZ yakin bahwa dalam hal kebaikan harus dilakukan secara bersama, agar berkah yang ada semakin meluas dan nyata ke para penerima manfaat,” papar dia.
Pada acara tersebut, GCl dan UPZ juga melihat sinergi positif yang akan dilakukan hari ini merupakan awal dari pengembangan program selanjutnya dan diharapkan memberi manfaat lebih jauh tidak hanya di Malang saja. “Semangat yang disampaikan UPZ untuk membawa program ini ke Jakarta sungguh menjadi semangat positif pula bagi GCI untuk terus meningkatkan layanan dan program yang ada,” imbuh dia.
Gamal melanjutkan, sampah yang dikumpulkan dari member (anggota) yang berasal dari masyarakat akan diolah menjadi uang yang digunakan untuk pelayanan kesehatan. Dana yang terkumpul akan dikembalikan dalam bentuk pelayanan kesehatan secara holistik bagi member, yaitu untuk memberikan pengobatan jika pasien sakit (kuratif) pada klinik. “Klinik Asuransi Sampah melakukan program peningkatan kualitas kesehatan melalui penyuluhan, konsultasi gizi, pembagian buku, kunjungan rumah, dan lainnya. Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya sakit (preventif), dan rehabilitatif (home visit, kontrol diabetes, dan lainnya,” terang dia.
Garbage Clinical insurance (Klinik Asuransi Sampah) telah mendapatkan berbagai macam penghargaan tingkat internasional, diantaranya adalah Prince of Wales Young Sustainability Awards 2014 dari Kerajaan Inggris, 50 Most |mpactful Social Innovator in The World di india, Co; Creating a Healthier World di Jerman, Youth for Asia dari Asia DevelOpment Bank di Korea selatan, People Choice Award dari California University di Amerika, Takeda Young Enterpreneur di Jepang, dan (35) penghargaan lainnya. “Bahkan, baru-baru ini inovasi sosial Garbage Clinical insurance masuk 1 diantara 50 inovasi sosial paling berpengaruh di dunia. Tahun 2017, kami mengangkat tema kolaborasi untuk akselerasi,” lanjut dia.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Permata Syariah, Achmad Kusna Permana menuturkan, program tersebut sangat bagus untuk perbankankan syariah guna membantu masyarakat dari yang paling bawah dan tidak mengerti tentang BPJS. “Banyak masyarakat kecil kita yang masih kurang paham dengan adanya BPJS. Dalam hal ini, hanya dengan menyetor sampah saja, mereka bisa menikmati layanan kesehatan yang ada,” papar dia.
Dia juga mengatakan, ide tersebut sebenarnya juga bisa membuat masyarakat jauh lebih mandiri dan keluar dari mental meinta-minta. “Tanpa disadari, di sekeliling banyak potensi yang diharapkan mampu menyelesaikan problem untuk membuka dan memfasilitasi masyarakat supaya mandiri. Sehingga, mereka tidak lagi terganggu dengan biaya kesehatan,” imbuh dia.
Dalam kegiatan tersebut, juga sudah mendukung empat pilar UPZ, diantaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi bergulir hingga sosial. “Semua aspek sudah masuk. Termasuk juga sisi komersial. Kita bisa combine dengan pasien komersial bisa memberikan subsidi kepada masyarakat yang memanfaatkan social garbage ini,” tukas dia.
Dalam hal ini, fungsi Bank Permata Syariah bisa mengalokasikan keuntungan nasabah dengan penyaluran zakat untuk event-event seperti ini. “Tidak ada sisi komersial dari kami, kami mendukung penuh secara sosial untuk meakukan kolaborasi. Setiap tahunnya, Bank Permata Syariah menggelontorkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk kegiatan seperti ini,” imbuh dia.
Dalam hal ini, pihaknya berharap supaya program tersebut berjalan dan bisa dicontoh oleh kota-kota lain. “Saya berharap program berjalan terus, semakin maju dan bisa dikembangkan ke kota lain. Saya juga berharap, ada dr Gamal lain di seluruh indo. Sehingga, kita bisa sejahterakan masyarakat Indonesia dengan cara kita sendiri,” pungkas dia.(tea)
Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top