magista scarpe da calcio Jadi Chef Gara-gara Aroma Masakan


Jadi Chef Gara-gara Aroma Masakan

MALANG – Gara-gara mencium aroma masakan yang menggugah selera, Gatot TC memilih putar haluan dari insinyur menjadi chef. Pilihannya tersebut ternyata cukup tepat. Ia kini menjadi salah satu chef favorit di Malang.
Executive Chef di Atria Hotel & Conference ini mengaku sempat mengambil kuliah jurusan accounting di suatu kampus swasta di Kota Malang. “Kemudian, kuliah putus di tengah jalan. Saya pergi ke Bali dan ketemu dengan teman-teman. Akhirnya, saya tertarik untuk ambil kuliah lagi jurusan perhotelan,” terang dia pada Malang Post.
Pada semester awal, dia mengaku mengambil jurusan accounting perhotelan sebelum akhirnya pindah haluan ke jurusan tata boga.

“Ketika itu, ruang kuliah saya berada di lantai dua. Kemudian ada salah satu teman yang praktek memasak di laboratorium yang terletak di lantai satu. Mencium aroma masakan, saya tergiur. Semester kedua, saya langsung pindah ke jurusan tata boga,” jelas dia sambil tertawa.

Di tengah kesibukannya tersebut, pria yang pernah menjadi Ketua Indonesian Chef Assosiation (ICA) di Balikpapan dan Cirebon ini mengaku menyukai wisata kuliner ke beberapa tempat penuh kenangan dan bisa membuat olahan khas daerah tersebut di sela waktu luangnya. “Saya suka ke daerah Jogjakarta. Di sana kuliner never die, siapa sih yang nggak tau gudeg. Selain itu, saya juga suka ke Bandung untuk mencicipi es goyobod dan ke Cirebon untuk mencoba empal gentong dan nasi jamblang. Ketika pulang, saya duplicate menu tersebut untuk kemudian dijual,” beber dia.
Gatot juga berbagi tips dan trik untuk bisa meraih kesuksesan. Menurutnya, jangan pernah menyerah dengan segala sesuatu masukan. Sebab, pengalaman itu tidak bisa dijalani kedua kalinya. “Jangan pernah nolak sesuatu ilmu yang menurut kita tidak bermanfaat sebelum dijalani,” tegas dia.
Dia juga menambahkan, jangan pernah merasa ragu untuk menularkan ilmu. “Jangan pelit ilmu. Dengan berbagi ilmu, kita juga bagi pahala. Junior kita adalah partner kerja terbaik, karena banyak ide yang tidak pernah terbayangkan dari mereka. Bagian tim paling bawah  harus dihormati dan diajak bicara,” pungkas dia.(tea/nda)

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top