Permata Bank Syariah Jalin Sinergi dengan GCI


MALANG - Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Permata Bank Syariah bersinergi dengan Garbage Clinical Insurane (GCI) untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan pelayanan kesehatan dengan pembiayaan dari hasil pengelolaan sampah.
Dengan program Klinik Asuransi Sampah ini warga cukup menyerahkan sampahnya secara rutin sebagai premi asuransi kesehatan. Cukup dengan menyetorkan sampah dan dihargai hingga Rp 10 ribu, masyarakat bisa menggunakan berbagai layanan kesehatan yang disediakan.
Direktur Utama Bank Permata Syariah, Achmad Kusna Permana menuturkan, program tersebut sangat bagus untuk perbankankan syariah guna membantu masyarakat di kelas bawah dan tidak mengerti tentang BPJS.
“Banyak masyarakat kecil kita yang masih kurang paham dengan adanya BPJS. Dengan adanya program ini, kami ingin memberikan kemudahan untuk mereka. Hanya dengan menyetor sampah saja, mereka bisa menikmati layanan kesehatan yang ada,” papar dia.
Dia juga mengatakan, ide tersebut sebenarnya juga bisa membuat masyarakat jauh lebih mandiri dan keluar dari mental meminta-minta. “Tanpa disadari, di sekeliling banyak potensi yang diharapkan mampu menyelesaikan problem untuk membuka dan memfasilitasi masyarakat supaya mandiri. Sehingga, mereka tidak lagi terganggu dengan biaya kesehatan,” imbuh dia.
Dalam kegiatan tersebut, juga sudah mendukung empat pilar UPZ, di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi bergulir hingga sosial. “Semua aspek sudah masuk. Termasuk juga sisi komersial. Kita bisa combine dengan pasien komersial bisa memberikan subsidi kepada masyarakat yang memanfaatkan social garbage ini,” tukas dia.
Chief Executive Officer GCI, dr Gamal Albinsaid, mengatakan sinergi ini merupakan wujud kepedulian bersama antara pihaknya dengan UPZ Permata Bank Syariah. “Dalam hal ini, GCl dan UPZ yakin bahwa dalam hal kebaikan harus dilakukan secara bersama, agar berkah yang ada semakin meluas dan nyata ke para penerima manfaat,” papar dia.
GCl dan UPZ juga melihat sinergi positif yang akan dilakukan ini merupakan awal dari pengembangan program selanjutnya dan diharapkan memberi manfaat lebih jauh tidak hanya di Malang saja. “Semangat yang disampaikan UPZ untuk membawa program ini ke Jakarta sungguh menjadi semangat positif pula bagi GCI untuk terus meningkatkan layanan dan program yang ada,” imbuh dia.
Gamal melanjutkan, sampah yang dikumpulkan dari member (anggota) yang berasal dari masyarakat akan diolah menjadi uang yang digunakan untuk pelayanan kesehatan. Dana yang terkumpul akan dikembalikan dalam bentuk pelayanan kesehatan secara holistik bagi member, yaitu untuk memberikan pengobatan jika pasien sakit (kuratif) pada klinik.
“Klinik Asuransi Sampah melakukan program peningkatan kualitas kesehatan melalui penyuluhan, konsultasi gizi, pembagian buku, kunjungan rumah, dan lainnya. Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya sakit (preventif), dan rehabilitatif (home visit, kontrol diabetes, dan lainnya,” terang dia. (tea/nda)