Pilih Mainan, Sesuaikan Usia dan Kebutuhan Anak

MALANG - Anak dan bermain merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dalam mendidik anak di usia dini, bermain merupakan salah satu faktor yang sangat penting, yakni untuk menstimulasi kecerdasan anak. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Psikolog dan Konsultan Multiple Intelligence, Dra Yudiana Ratna Sari M.Si dalam acara Konferensi Ayah Bunda Platinum Morinaga, dengan tema Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini yang digelar di Hotel Atria, Sabtu (22/7).

“Dengan bermain dapat melatih kemampuan fisik, sosial-emosi, dan pola berpikir anak,” kata Yudiana di depan para peserta. Permainan yang diberikan untuk anak pun harus disesuaikan dengan usianya. Anak usia di bawah dua tahun, yang cocok adalah permainan fungsional, yakni permainan gerakan pengulangan, manipulasi atau gerakan meniru yang berfungsi untuk mengembangkan otot dan fisik. “Seperti contohnya bermain krincingan atau benda lain yang memacu anak agar merangkak dan mengejar sesuatu,” tambahnya. Untuk anak usia 2-3 tahun, permainan yang cocok adalah bersifat konstruktif, seperti membuat sesuatu menggunakan material. Misalnya bermain membangun menara dengan lego dan bongkar pasang (puzzle). “Sedangkan anak usia 3-7 tahun, bermain peran adalah permainan yang cocok, untuk melatih anak lebih imajinatif. Seperti bermain pesawat-pesawatan dengan pengaris, atau bermain dengan cara berpura-pura menjadi pedagang di pasar,” lanjutnya. Untuk anak yang berusia tujuh tahu ke atas, disarankan bermaian dengan peraturan. Sebab pada tahap ini, anak sudah mulai masuk dalam aktivitas sosial baik di sekolah maupun masyarakat. “Permaianan dengan adanya aturan yang harus dipatuhi seperti petak umpet, ular tangga, sepakbola dan bahkan bulutangkis,” beber Yudiana. Dalam acara tersebut, Morinaga juga memberikan kesempatan praktek langsung membuat permainan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. Seperti membuat mainan dari bahan alat musik dari bekas botol plastik, mainan dari pita, dan mainan teropong. Branch Head Kalbe Nutritionals Cabang Malang, Didit Prasetya mengatakan untuk memberikan mainan pada anak tidak harus mahal. Banyak barang bekas yang bisa dimanfaatkan untuk mainan anak. “Agar lebih menarik dan tahu fungsinya, kami juga melatih para orangtua untuk membuat mainan anak-anak dari bahan bekas. Kami harap mereka bisa mempraktekkannya di rumah,” ungkap Didit. Laki-laki asal Blitar ini mengatakan, acara yang dipandu moderator artis Ibu Kota, Teuku Zacky ini merupakan bentuk komitmen dari Morinaga untuk mencerdaskan anak Indonesia, dengan memberi nutrisi yang terbaik dan pemahaman pada orang tua pentingnya siapkan kecerdasan multitalenta bagi anak. Salah satunya dengan memberikan edukasi permaianan yang cocok untuk anak di setiap usia. “Sebab pemberian nutrisi, bentuk pola pengasuhan anak yang diterapkan, serta simulasi yang diberikan mempunyai dampak besar bagi kehidupan ke depan si anak. Oleh sebab itu, tak hanya nutrisi saja yang penting bagi si kecil, tetapi peran orang tua juga penting,” ungkapnya. Acara ini juga merupakan ajang bagi Kalbe Nutritionals untuk memperkenalkan produknya pada orang tua maupun calon orang tua. Oleh sebab itu, tak hanya seminar saja yang diadakan, dalam acara tersebut juga ada banyak promo produk Kalbe, seperti susu Morinaga hingga produk bubur bayi Milna. “Kami juga memberikan pemahaman terkait produk kami tentang manfaat dan kegunaannya. Jadi para orang tua bisa menanyakan langsung pada kami kegunaan produk tersebut di acara ini,” tambahnya. Selain Dra Yudiana Ratna Sari M.Si , acara ini juga dipandu moderator artis Ibu Kota, Teuku zacky acara parenting yang menghadirkan dua pembicara Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA (K) yang merupakan dokter ahli kembang anak. (yun/nda)

Berita Terkait