Ekspansi ke Malang, Whiz Prime Siapkan 156 Kamar


 
MALANG – Pesona pariwisata Malang Raya masih sangat seksi untuk menarik investor properti. Terbukti, bulan Oktober mendatang, jaringan hotel Intiwhiz Hospitality Management akan membuka hotel bintang tiga di Kota Malang, Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat.  Terdapat 156 kamar yang terdiri dari tipe superior dan deluxe di hotel ini serta dilengkapi dengan fasilitas komplit seperti restoran, kolam renang, meeting room dan spa.  
Hotel Manager Whiz Prime Basuki Rahmat Malang, Azis Siswono mengatakan, pertumbuhan pariwisata yang sangat pesat menjadi salah satu alasan Intiwhiz melakukan ekspansi ke kota pendidikan ini. Apalagi dalam satu tahun belakangan ini, banyak berdiri objek wisata baru yang mampu menggenjot wisatawan, baik domestik maupun internasional.
“Yang membuat Malang semakin menarik, hotel-hotel di sini tidak hanya dimanfaatkan untuk berlibur. Tetapi banyak juga dari sektor bisnis dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Tidak banyak kota yang bisa mewadahi dua kebutuhan ini. Sehingga terjadi keseimbangan antara weekday dan weekend. Weekday dimanfaatkan oleh tamu bisnis, sedangkan weekend tamu leisure,” beber Azis dalam perkenalan Whiz Prime Basuki Rahmat Malang, kemarin.
Azis melanjutkan, untuk bersaing dengan hotel yang sudah lebih dulu eksis, Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat sudah menyiapkan strategi khusus. Mulai dari menggeber penawaran spesial untuk opening rate, yakni Rp 333 ribu nett, hingga menampilkan local food untuk breakfast.
“Ciri khas hotel Whiz di manapun berada adalah menjali kerjasama dengan vendor makanan lokal. Seperti di Yogyakarta, kami mendatangkan langsung gudeg Yu Djum yang sangat legendaris.
Begitu juga di Malang, nanti kami akan mendatangkan makanan lokal asli sini, entah itu bakso, rawon maupun cwi mie dari vendor yang sudah punya nama besar,” sambung pria asal Kediri ini.  
Sementara itu, Corporate GM Sales & Marketing Intiwhiz Hospitality Management, Edi Syumardi menjelaskan, Intiwhiz sendiri memilih hotel bintang tiga dibangun di Kota Malang karena marketnya lebih fleksibel dibandingkan bintang empat dan lima. 
“Intiwhiz sendiri lebih memprioritaskan hotel bintang dua dan tiga. Di kelas ini, peluang bisnisnya paling menjanjikan karena kami bisa menggaet segmen atas, menengah dan bawah sekaligus. Berbeda dengan bintang empat dan bintang lima yang memerlukan perjuangan lebih keras dan tentunya Return On Investment (ROI) yang cenderung lebih lambat,” ungkap pria berdarah Bugis-Makassar ini. (nda)