Hobi yang Dibayar

Tidak semua orang bisa menjadikan hobinya sebagai ladang bisnis. Tak heran, orang-orang yang bekerja sesuai dengan hobinya tersebut merupakan orang-orang beruntung. Sebab selain bisa tetap menjalani aktivitas kegemarannya, ia juga bisa menghasilkan pundi-pundi uang.
Hal itulah yang dirasakan oleh fotografer professional, Septa Twi. Dari hobi fotografi yang digelutinya sejak tahun 2012, pria lulusan Komunikasi UB ini mengantongi Rp 15 juta-Rp 20 juta perbulannya. 
“Hobi yang dibayar itu adalah sebuah kebanggaan dan kesenangan tersendiri. Tidak semua orang beruntung bisa seperti saya. Saya bersyukur bisa menggeluti pekerjaan ini dan menghasilkan. Bahkan sejak kuliah, saya sudah bisa membiayai hidup sendiri tanpa harus membebani orangtua,” ujarnya pria asal Madiun ini bangga.
Agar sukses di bidang fotografi, Septa menyebutkan membangun relasi dan networking adalah hal yang paling penting. Acara ngopi di kafe bisa menjadi salah satu sarana untuk memperluas jaringan atau menambah teman.
Selain itu, strategi marketing juga merupakan hal utama. Sebagus apapun skill yang dimiliki seorang fotografer, apabila ia tidak mengerti dan kurang menguasai cara bernegosiasi dengan klien, maka bisnis fotografipun tidak akan bisa berjalan. 
Septa sendiri menyukai hampir semua jenis fotografi, mulai dari street, landscape, human interest, fashion photography, hingga jurnalistik. Ke depan ia ingin memiliki Production House (PH) sendiri. “Dengan memiliki PH sendiri, saya bisa membuka lapangan pekerjaan. Saya sangat senang jika bisa membantu dan menyediakan lapangan pekerjaan untuk banyak orang,” terangnya. (mg3/nda)
 

Berita Terkait