Sasar Milenial, Luncurkan Zurich Proteksi 8

 
MALANG - Menyasar kaum milenial, Zurich Topas Life meluncurkan Zurich Proteksi 8, asuransi jiwa modern. Dengan premi terjangkau dan pengembalian pembayaran premi sebesar 108 persen setelah delapan tahun masa perlindungan, pihaknya berharap asuransi ini dapat tumbuh di Malang, apalagi kota ini merupakan kota pelajar. 
Presiden Direktur Zurich Topas Life, Peter Huber mengatakan sengaja menyasar generasi ini, sebab merupakan pasar berpotensi sangat besar untuk dipenetrasi oleh pelaku industri asuransi. Meskipun pada umumnya kesadaran proteksi di kalangan ini masih rendah. 
“Di usia mereka, kebanyakan baru saja merintis karirnya. Fokus mereka dipenuhi oleh mimpi dan passion. Risiko seringkali terlupakan, terutama mengingat konsumasi akan informasi tentang perencanaan keuangan atau proteksi yang masih rendah di kalangan milenial,” ucap Peter Huber.
Zurich Proteksi 8 juga menawarkan jaminan pengembalian premi. Setelah masa polis berakhir, nasabah akan menerima pengembalian premi sebesar 108 persen dari total yang sudah dibayarkan. Dengan premi mulai dari Rp 50 ribu per bulan, Zurich menargetkan Zurich Proteksi 8 untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, khususnya orang-orang yang belum pernah memiliki pengalaman berasuransi.
“Memang kami ingin menyasar semua kalangan. Saya rasa Rp 50 ribu tidaklah berat. Untuk ngopi dan nonton biasanya malah lebih mahal,” ungkapnya.
Dia menambahkan, peluncuran Zurich Proteksi 8 juga mempertegas komitmen perusahaan, untuk secara berkelanjutan meningkatkan edukasi risiko dan proteksi kepada masyarakat Indonesia.
“Secara strategis kami terus mengedukasi pasar akan pentingnya proteksi melalui berbagai program dan inisiatif yang menyasar komunitas. Kami ingin milenial dapat memahami serta memproteksi diri dari risiko, agar mereka bisa fokus mengejar mimpi dan menjalani passion dengan percaya diri,” jelasnya.
Dalam peluncuran Zurich Proteksi 8, pemilik Coklat Tempe Dekonco, Yoga Surya Pratama berbagi pandangannya soal pentingnya asuransi dalam mendukung wirausaha muda seperti dirinya. Dalam meniti karir atau membangun bisnis tentunya ada banyak risiko yang harus dihadapi milenial. Proteksi jiwa akan sangat membantu untuk memberikan rasa aman ketika kami fokus mewujudkan mimpi. 
“Seperti kebanyakan orang di usia saya sekarang, saya lupa memikirkan soal proteksi. Hal ini karena informasi soal rencana keuangan dan proteksi belum menjadi hal yang umum di kalangan muda. Asuransi jiwa seringkali terlupakan, padahal merupakan aspek sangat penting dalam perencanaan keuangan milenial,” kata Yoga.
Dia percaya hal ini bisa berkontribusi pada peningkatan kesadaran proteksi bagi wirausaha, ataupun profesional muda. (yun/nda) 

Berita Terkait