Batik Makin Laris Manis


MALANG - Suasana Mall Olympic Garden (MOG) pada Minggu (1/10) sedikit berbeda. Banyak sekali pedagang batik yang berasal dari luar Malang memamerkan produknya. Mereka turut memeriahkan momen Hari Batik Nasional (2/10). Beberapa pedagang batik tersebut dipadati pengunjung yang kebanyakan membeli kain bahan ataupun baju jadi.
Seperti di stan Batik Morodadi. “Kami hadir disini sejak Rabu (27/9) hingga 8 Oktober 2017 mendatang. Kami datang untuk mendekati pangsa pasar kami. Sejauh ini, animo masyarakat terhadap kain batik cukup tinggi,” ujar Benny Santoso, salah satu karyawan Batik Morodadi.
Menjelang Hari Batik, dirinya mengaku banyak sekali masyarakat yang memburu baju batik dalam bentuk jadi, sebagian besar adalah wanita. “Kami membawa motof batik Soloan. Kebanyakan ibu-ibu memburu fashion batik, yaitu baju dalam bentuk jadi dan tidak ribet. Mereka lebih banyak memilih jenis dress dan juga celana motif paris yang saat ini banyak disukai,” terang dia kepada Malang Post.
Selain itu, mereka juga menjual beberapa kain batik khas daerah lain, misalnya dari Bali. Namun, butuh waktu-waktu tertentu untuk mendapatkan kain tersebut. “Coraknya memang lebih terang dan jarang ada. Karena corak warnanya khusus. Ini kami bawa ke Kota Malang karena masyarakat di sini menyukai warna yang menyala,” imbuh dia.
Dia menambahkan, untuk bahan kain yang paling laris adalah motif paris dengan corak khas batik Jawa. Dia menuturkan, dalam satu hari bisa menjual sebanyak 50 buah kain batik dan dress “Mereka banyak memburu kain jenis ini karena bahannya dingin. Untuk pembelian kain dan baju, kalau di skala bisa 50 persen dress dan 50 persen kain bahan. Harga kami juga masih bisa ditawar di atas Rp 200 ribu,” beber dia.
Untuk bersaing dengan para kompetitornya yang juga berjualan batik di sekitar pameran, pihaknya mengaku memeiliki ciri khas tersendiri dari batik yang dijual. “Untuk corak dan jenis, kami memeiliki ciri khusus yang beda dengan yang lain,” tandas dia.(tea/han)