Curi Ilmu dari Chef Profesional

Dunia kuliner tak pernah membuat Waluyo Nugroho merasa bosan meski ia sudah menggelutinya sejak duduk di bangku SMP. Pria kelahiran Medan 26 April yang kini bekerja di Bank BUMN ini mengaku ketertarikannya di bidang kuliner berawal dari kondisi dan kebutuhan ketika masa kecilnya. 
Semasa SMP-nya jika ia menginginkan untuk bisa mendapatkan sarapan pagi, ia harus membantu ibunya terlebih dahulu karena kondisi keluarganya. “Waktu itu bapak saya sakit, lalu mbah juga sudah tua, akhirnya ibu saya kalau masak bisanya siang. Pagi kalau mau sarapan harus membantu masak ibu. Dari situ akhirnya saya terbiasa memasak juga. Sejak muda sampai sekarang pun akhirnya suka keliling kulineran,” jelas Yoyok, sapaannya.
Ketertarikan alumni S2 STIE Malangkucecwara tahun 2010 di bidang kuliner ini pun mengantarkan dirinya untuk terus mengembangkan resep masakan dengan menemui beberapa chef profesional. Pertemuan dengan chef ini otomatis menambah wawasan memasaknya.
“Dari kebiasan diajak keliling kulineran, kemudian berkembang sampai mengenal asisten chef profesional. Karena sering melihat masakannya, akhirnya saya juga belajar otodidak seperti masakan chef itu yang cenderung lebih kekinian. Jadi dari masakan ndesoan hingga masakan kekinian saya tahu,” cerita Yoyok.
Berdasar pengalaman itu pula, Yoyok kini juga sekaligus membuka usaha kuliner bernama Warung Babel yang saat ini juga sedang booming di wilayah Mondoroko Singosari. 
Saat ini, Yoyok masih aktif menjadi dosen luar biasa di Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya dan mengajar di Universitas Wisnuwardhana. Selain itu, mantan penyiar radio KDS 8 yang dulu dikenal dengan nama panggung Yoga Nugroho ini juga masih aktif sebagai penyanyi keroncong dan karawitan di acara acara TV lokal Malang. (yan/nda)
 

Berita Terkait