Raja Wangi Sediakan 300 Bibit Parfum


 
MALANG – Aroma tubuh merupakan salah satu daya pikat yang ampuh. Dengan aroma tubuh yang harum, rasa percaya diri seseorang akan meningkat. Kondisi ini tentu saja menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi toko parfum, salah satunya Raja Wangi. 
Melihat potensi permintaan yang besar dari masyarakat, Raja Wangi menghadirkan lebih dari 300 bibit parfum dengan keharuman yang khas. Ratusan bibit parfum yang disediakan ini diimpor langsung dari beberapa negara.
“Kualitas bibit parfum yang baik berpengaruh pada keawetan aroma yang melekat. Karena itu, kami selalu menyajikan bibit parfum terbaik untuk pelanggan,” ujar Owner Raja Wangi, Mustofa Azzahir pada Malang Post.
Tak hanya menyajikan bibit parfum, Raja Wangi juga bisa meracik parfum sesuai dengan keinginan pelanggan. Cukup membawa contoh aroma yang diinginkan, dalam sekejap parfum tersebut bisa dimiliki.
“Kalau pelanggan bawa contoh, kami bisa meracik parfumnya. Kami juga bisa membantu mencarikan bibitnya. Bahkan para pelanggan juga bisa membuat sendiri jenis wangi atau aroma yang mereka inginkan,” lanjut dia.
Sejauh ini, wangi-wangian yang banyak diburu adalah yang beraroma segar, maskulin hingga bau bunga.
“Rata-rata suka bau yang segar dan tidak membuat eneg. Ketika berjualan, memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggan, sehingga mereka tidak merasa kecewa dan mau kembali lagi ke tempat kami,” beber Mustofa.
Untuk harga, Mustofa mengaku antara satu jenis parfum dengan lainnya dibanderol berbeda. Selain didasarkan pada jenis parfum, juga pada ukurannya. Raja Parfum menyediakan ukuran roll on, mulai dari 4 ml, 6 ml hingga 9 ml dan ukuran spray, mulai 50 ml hingga 100 ml.
"Untuk harga total, tinggal dikalikan saja harga per milliliter dengan kapasitas botolnya,” jelas dia.
Sementara itu, setelah 10 tahun membuka toko di sekitar Jalan Syarif Al Qodri, Mustofa akhirnya membuka tokonya sendiri di sekitar Jalan Kolonel Sugiono, Kota Malang sekitar delapan bulan terakhir ini.
“Dulu, saya buka toko di sana yang merupakan usaha keluarga. Nah sekarang saya buka toko sendiri,” terang dia. (tea/nda)

Berita Terkait