Dulu Loper Koran, Sekarang Assiten Store Manager

MALANG - Sebelum menjabat menjadi Assiten Store Manager Centerpoint Mall Olympic Garden (MOG) Malang, Dwi Hasan Sanusi, sudah berjuang sejak kelas 4 SD. Ketika itu, Hasan kecil menjadi loper koran di sekitar daerah Rampal. Sesekali, dia juga sempat menjadi tukang semir sepatu. Hal ini dia lakukan semata-mata untuk membeli layangan dan berusaha mencari uang, karena berasal dari keluarga tidak mampu.
Meskipun ayahnya seorang tukang becak dan ibunya tukang jahit, Hasan berhasil membuktikan kalau dirinya bisa sukses dan membanggakan orangtua. Bungsu dari dua bersaudara ini mengatakan, ketika kelas empat SD, dia yang tinggal di sekitar daerah Polehan sering diajak teman-temannya untuk berjualan koran.

Tak jarang, dia juga menjadi tukang semir sepatu keliling. “Ketika itu, pamit kepada orangtua mau ngaji, tapi saya jualan koran. Hanya kepengin beli layangan. Sekitar satu tahun saya menjalani itu, akhirnya ketahuan orang tua, saya disuruh berhenti kerja,” kata dia.
Lulusan SMA Taman Siswa ini, ternyata menjadi siswa berprestasi di sekolahnya. Bahkan, dia sempat mendapat kesempatan untuk bertemu Wali Kota Malang pada tahun 1999, yang kala itu dijabat oleh Kol. Inf. H Suyitno, karena prestasi akademisnya. “Waktu itu, saya dengan ketiga orang teman saya yang lain bertemu beliau, ketika acara penjaringan siswa berprestasi. Itu pertama kalinya saya masuk Balaikota Malang,” ujar pria yang selalu masuk tiga besar ketika duduk di kelas I hingga kelas III tersebut.
Berkat prestasinya tersebut, sekolah akhirnya memberikan beasiswa kepada Hasan untuk mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi. Namun, ketika itu Hasan dan orangtuanya memilih mundur karena merasa kurang mampu. “Ayah saya sampai dipanggil sekolah, karena sekolah benar-benar memberikan kesempatan kepada saya, tapi ayah tidak mau, ya sudah,” kata dia.

Akhirnya, sejak saat itu, Hasan akhirnya terpikir untuk mencari pekerjaan. Kemudian, dia mendapat pekerjaan sebagai tukang parkir di Mitra Agung Sentosa Departemen Store (dulu, Mitra 2). “Setelah tujuh bulan disitu, saya diajak Koko Jimmy untuk menjadi staff gudang. Akhirnya, pada tanggal 28 Februari 1999 sampai Desember 2010, saya bekerja disana,” terang dia.
Sayang, Departemen Strore tersebut akhirnya ditutup, Hasan mulai memutar otak lagi untuk mencari pekerjaan yang lain. Pada awal Januari 2011, dia bekerja di Hartono Elektronik selama dua bulan sebagai sopir. “Setelah itu, pada 28 Februari 2011, saya pindah ke Centerpoint, ketika itu, saya jadi security,” papar pria yang hanya lulusan SMA tersebut.
Berkat kegigihannya, sekitar Agustus 2012, dia diangkat sebagai wakil komandan security yang tak lama setelahnya diangkat menjadi kepala security. Setelah itu, pada Desember 2014, dirinya diangkat menjadi Store Supervisor dan sekitar September 2016, dirinya kembali dipercaya untuk menjadi Assten Store Manager. “Saya tidak menyangka bisa menjadi seperti ini. Saya hanya berpegang teguh pada prinsip yang diajarkan orang tua saya. Dalam bekerja, harus disiplin, jujur dan gigih. Ketika kita diberi kepercayaan oleh orang lain dalam melakoni suatu pekerjaan, harus bekerja dengan baik,” pungkas ayah dua anak ini. (tea/udi)

Berita Terkait