Jatim Travel Mart VII Targetkan Transaksi Rp 6 Miliar


 
MALANG – Jatim Travel Mart (JTM) VII yang digelar di pada Malang City Point 28-29 Oktober, mengusung konsep berbeda. Jika sebelumnya, hanya mengangkat buyer to buyer (B2B), maka tahun ini fokusnya menjadi buyer to customer (B2C).
“Kalau sebelumnya hanya buyer to buyer (B2B), sekarang B2C (buyer to customer). Jadi masyarakat umum bisa turut serta,” papar Kepala BPPD Kota Malang, Gagoek Soenar Prawito.
Pria berkacamata tersebut mengatakan, JTM VII tersebut melibatkan setidaknya 40 seller dan 25 buyer dari luar kota. Sedangkan untuk target pengunjung selama event, pihaknya berharap ada 6.000 orang.
“Dengan jumlah ini, kami menargetkan transaksi bisa mencapai Rp 6 miliar. Baik B2B maupun B2C,'' terang Gagoek.
Kegiatan ini sendiri berfokus pada eksplorasi berbagai paket wisata yang terletak di seluruh kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur. Selain itu, ajang tersebut juga bertujuan untuk menggali potensi wisata daerah sekaligus menjawab kebutuhan promosi yang intens, efisien dan efektif langsung mengenai para pelaku industri pariwisata dengan konsep table top yang mempertemukan buyer dan seller.
Pameran tersebut nantinya mengusung konsep semitable top dengan sistem appointment. Selama dua hari, akan ada banyak kegiatan menarik dalam bentuk bursa wisata. Antara lain harga murah masuk tempat wisata, paket tour keluarga, wedding/meeting special package, lelang voucher menginap hotel berbintang, dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Sementara itu, Ketua BPPD Jawa Timur, Dwi Cahyono mengatakan, saat ini, Kota Malang memiliki potensi wisata heritage, culture hingga kuliner yang mampu menarik berbagai macam wisatawan, utamanya turis mancanegara.
''Kota Malang sudah siap jadi kota wisata. Apalagi akan ada jalan tol baru (Tol Malang-Pandaan) sebagai bagian trans tol Jawa,'' kata Dwi. 
Acara tersebut juga diharapkan mampu menjadi petunjuk destinasi wisata bagi para wisatawan dari tempat lain. Dwi berharap masyarakat Malang siap menerima Kota Malang sebagai destinasi wisata agar program pemerintah ini bisa bersambut dengan baik. 
“Kalau infrastruktur, saya rasa cukup mendukung. Tinggal masyarakatnya saja yang mulai sekarang harus bersiap. Selain itu, juga perlu disiapkan complain centre pada setiap kunjungan wisata supaya turis tidak ragu-ragu melapor atau bertanya ketika sedang asyik jalan-jalan,” pungkas dia. (tea/nda)

Berita Terkait