magista scarpe da calcio Pertumbuhan Kredit Naik, Modal Kerja Tumbuh Pesat


Pertumbuhan Kredit Naik, Modal Kerja Tumbuh Pesat


MALANG - Pertumbuhan kredit perbankan di Kota Malang pada kuartal keempat ini cukup bagus. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, terdapat pertumbuhan sekitar 9,76 persen pada Agustus 2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Malang Post, pada periode Januari hingga Agustus 2016, total pertumbuhan kredit dari keseluruhan unit perbankan yang ada di wilayah kerja OJK Malang, berada di angka Rp 37,2 triliun. Sedangkan pada periode Januari hingga Agustus 2017, berada pada angka Rp 40,8 triliun.
“Berdasarkan dari data tersebut, berarti sudah mengalami kenaikan sebesar 9 persen, sedangkan target Nasional berada di angka 9 persen. Hingga akhir tahun nanti, kami berharap ada kenaikan hingga 12 persen,” papar Kepala OJK Malang, Widodo, kemarin.
Berdasarkan total penerimaan kredit tersebut, kredit modal kerja masih menjadi sektor yang memberikan konstribusi cukup besar, yakni sebesar Rp 18.321 triliun mulai periode Januari-Agustus 2017. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun 2016 lalu pada periode yang sama, yakni sebesar Rp 16.948 triliun.
Selanjutnya, kredit konsumsi menempati posisi kedua dengan total sebesar Rp 16.694 triliun. Kemudian disusul kredit investasi dengan total nilai Rp 4.403 triliun. Widodo mengatakan, dari seluruh total kredit tersebut paling banyak berasal dari sektor rumah tangga. "Paling banyak rumah tangga yakni sebesar Rp 16.261 triliun. Kemudian disusul perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 9.848 triliun," papar dia.
Widodo mengatakan, selain kredit, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan. Untuk bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dari bulan Januari hingga Agustus 2017, sudah terhimpun sebesar Rp 59,7 triliun. Dari dana tersebut, terserap untuk kebutuhan kredit di sekitar wilayah Malang sebesar Rp 40,7 triliun. “Saat ini, pertumbuhan ekonomi stabil. Kalau kredit tumbuh, secara otomatis pembangunan, pembiayaan dan sektor riil ikut meningkat juga,” lanjut dia.
Widodo menambahkan, berdasarkan perolehan kredit tersebut, dana terhitung sangat berlimpah di Kota Malang, sehingga banyak penyerapan untuk sektor riil. Menurutnya, jika BPR ketika melempar kredit kesulitan dana, jika menurut bank layak dibiayai, patut untuk dibiayai. “Penyerapan total kredit, termasuk untuk UMKM sebesar Rp 14,1 triliun sejak Januari hingga Agustus 2016. Sedangkan  pada periode Januari hingga Oktober 2017, sebesar Rp 15,2 triliun,” jelas dia.
Meskipun begitu, Widodo tetap mengimbau kepada perbankan agar berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Pasalnya, nilai NPL saat ini juga mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Jika sebelumnya berada di angka 2,21 persen, kini naik menjadi 2,47 persen. Oleh karena itu, pihak perbankan juga harus memikirkan hal tersebut, agar jumlah kredit macet tidak semakin besar. (tea/udi)

Berita Terkait