Usaha Konvensional dan Online Saling Melengkapi


MALANG - Beberapa minggu belakangan ini, publik dihebohkan dengan penutupan beberapa usaha retail yang ada di Jakarta. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, salah satunya jumlah pengunjung yang merosot drastis.
Namun, kondisi tersebut tidak perlu dicemaskan oleh masyarakat Kota Malang. Sebab di Malang, perekonomian cenderung tumbuh. Apalagi dalam tiga bulan terakhir, ada beberapa industri retail yang dibuka, di antaranya di kawasan Sawojajar dan Kebonsari.
Humas Perwakilan Bank Indonesia Malang, Rendi Jenesa mengatakan berdasarkan hitungan year on year, pertumbuhan ekonomi khususnya di kawasan Jawa Timur cenderung bagus. Untuk hitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sudah di atas 5 persen. “Berdasarkan PDRB yang ada, itu artinya perembangan ekonomi sedang tumbuh positif,” papar dia ketika ditemui Malang Post.
Namun kenyataannya, masih ada beberapa pengusaha yang masih merasa sedikit harus bekerja keras untuk mendongkrak penjualan. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan supply barang yang banyak dengan demand yang masih statis.
“Mungkin hal tersebut yang banyak ditakuti oleh pengusaha retail. Namun, untuk kasus penutupan retail yang terjadi di Jakarta, menurut saya karena kompetisi antar pedagang yang sudah sangat menjamur di sana, sehingga beberapa pengusaha memilih untuk mundur,” beber dia.
Rendi menambahkan, dalam waktu dekat, pemerintah akan memetakan beberapa usaha, termasuk usaha online yang saat ini semakin banyak menjamur demi mengikuti zaman. “Kalau sudah didata dan dipetakan dengan jelas, nantinya masyarakat tidak perlu bingung lagi untuk menerima keluhan. Sehingga, pengusaha online bisa dihitung dengan jelas,” kata dia.
Menurutnya, usaha retail dan kovensional itu tergantung dari preferensi para konsumennya. Apalagi, Kota Malang termasuk kota pendidikan yang kebanyakan dihuni oleh para anak muda dan mahasiswa, sehingga mereka lebih banyak memilih berbelanja menggunakan situs online. Sedangkan untuk para oang tua, mereka masih memilih datang langsung ke retail konvensional karena terkadang barang yang dijual gambarnya belum tentu sama dengan yang ada di katalog.
Rendi menambahkan, para pengusaha konvensional di Kota Malang masih bisa bertahan, apalagi di Kota Malang selama tiga bulan terakhir melaunching dua mall baru, yakni di kawasan Sawojajar dan Kebonsari. Menurutnya, itu pertanda bahwa Kota Malang merupakan tempat yang bagus untuk melakukan bisnis.
“Selain itu, para pengusaha konvensional juga harus memperhatikan lokasi dan lingkungan juga untuk menarik traffic pengunjung, jadi tidak hanya jual barang,” pungkas dia.(tea/nda)

Berita Terkait