Sosialisasikan Literasi Keuangan, OJK Sinergi dengan Media


MALANG - Memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan media. Hal tersebut dilakukan OJK untuk mengejar target inklusi pada 2019 mendatang berada di angka 75 persen.
"Sesuai amanat dan tugas kami untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi produk-produk industri jasa keuangan," ujar Kepala OJK Malang, Widodo.
Berdasarkan data yang diterima oleh OJK pada tahun 2016 silam, dari 100 orang yang disurvei, hanya sekitar 30 orang secara nasional yang melakukan literasi keuangan. Sedangkan untuk tingkat inklusi, berada di sekitar 68 orang. "Untuk wilayah Jawa Timur, tingkat inklusi berada di angka 73 orang. Sedangkan untuk literasi, berada di angka 70 orang. Ini menunjukkan angka yang lebih baik dari nasional. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat di wilayah Jawa Timur sudah cukup tinggi," papar dia.
Hal tersebut dijadikan tolok ukur oleh OJK untuk meningkatkan perekonomian. Saat ini, perekonomian di Indonesia berada di angka 75 persen. Sedangkan untuk negara maju, tingkat perekonomian sudah di atas 95 persen.
Sebagai lembaga yang berwenang untuk mengatur, melindungi dan mengawasi lembaga keuangan dan salah satu lembaga yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi, OJK terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya, dengan mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, baik melalui sekolah, kampus maupun bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
"Dengan kondisi seperti ini, kami juga memberikan pemahaman literasi kepada kelompok menengah. Kami juga memberikan pengetahuan terhadap kebutuhan investasi agar perekonomian terdongkrak naik," lanjut dia.
Widodo menambahkan, saat ini, yang menjadi prioritas utama OJK adalah soal penanganan investasi bodong. Mereka mengeluarkan program Satgas Waspada Investasi yang bekerjasama dengan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Polri, Jaksa, Kementrian Perdagangan dan Kementrian Agama untuk meminimalisir penawaran investasi bodong.
"Selain itu, kami juga mengupayakan peningkatan akses percepatan keuangan daerah dan juga  percepatan keuangan masyarakat menengah ke bawah dan bekerjasama dengan lembaga verifikasi yang juga dituunjang oleh industri jasa keuangan," lanjut dia.
Oleh karena itu, pihaknya juga ingin fokus kepada jenis-jenis produk pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk ekonomi kerakyatan. "Terkait hal ini, kami juga berharap pemda setempat bisa bekerjasama dengan OJK melalui beberapa assesment. Tahun 2018 nanti, kami berharap bisa lebih fokus untuk kerja nyata sehingga bisa terukur, agar kami lebih mudah melakukan evaluasi terhadap pertumbuhan ekonomi yang ada," pungkas dia.(tea/nda)