Sukses Tekan Inflasi, Ganjar Pranowo Pamerkan SiHaTi

MALANG POST - 19-22 November lalu, Malang Post mendapat undangan untuk mengikuti Pelatihan Wartawan Daerah 2017 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Acara yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta ini merupakan agenda besar karena melibatkan 580 wartawan yang berasal dari 46 kantor perwakilan BI di 34 provinsi.
Senin (20/11), saat jam menunjukkan angka 07.00, aktivitas di Hotel Grand Sahid Jaya terlihat super sibuk. Enam unit lift tak henti-hentinya naik turun mengangkut ratusan jurnalis yang berpakaian batik rapi untuk melakukan registrasi di depan Puri Agung Ballroom. Sesekali terdengar sapaan akrab dari para jurnalis saat bertemu dengan kenalannya sesama profesi yang berasal dari daerah lain. 
Tepat jam 07.30, pintu Puri Agung Ballroom dibuka. Ratusan peserta langsung memasuki ballroom yang memiliki luas 1600 meter persegi tersebut. Satu persatu kursi yang ditata bergaya round table terisi. Kontingen dari Kantor Perwakilan BI Malang yang terdiri 10 peserta, termasuk Malang Post, memilih posisi cukup strategis, yakni meja nomor 10 yang berada di depan panggung utama.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman yang juga merupakan ketua penyelenggara kegiatan ini. Dalam sambutannya tersebut, Agusman mengatakan acara ini merupakan gawe besar BI yang pertama. Tahun sebelumnya, acara yang sama digelar tidak serentak seperti saat ini karena dibagi dalam dua kelompok.
“Tahun ini, kami mengundang 580 rekan wartawan dari Aceh hingga Papua untuk mengikuti pelatihan ini. Ada lima topik yang akan kami sampaikan dalam agenda ini yang tentunya sudah kami pilih sehingga relevan dengan kebutuhan di daerah. Mulai persoalan inflasi, Gerakan Nasional Non-Tunai, hingga UMKM,” ujar Agusman.
Pembahasan topik pertama, yakni tentang Pengendalian Inflasi Daerah langsung memanas. Pasalnya sesi ini dibuka dengan pemaparan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkait keberhasilannya menurunkan angka kemiskinan di provinsi yang dipimpinnya. Bahkan dalam sesi ini dimanfaatkan oleh jurnalis daerah sebagai ajang curhat mengenai masalah kemiskinan di tempat asalnya masing-masing. 
Orang nomor satu di Jateng ini menyebutkan salah satu kunci suksesnya untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya adalah melalui program SiHaTi, Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi Generasi. Aplikasi ini dihadirkan melalui kolaborasi dengan BI Jateng
“Melalui aplikasi ini, saya bisa memantau langsung kenaikan harga bahan pokok di 35 kota/kabupaten di Jateng. Begitu terpantau ada yang naik, akan ada early warning. Saya bersama para pimpinan daerah langsung melakukan virtual meeting untuk mencari solusi dari kondisi ini sehingga tidak sampai berlarut-larut. Dari sini, kami bisa menjaga agar kenaikan harga bahan pokok tidak sampai melonjak dan memberatkan masyarakat,” papar Ganjar.
Selain bisa menjaga harga bahan pokok, lanjutnya, keberadaan aplikasi ini juga mampu menghemat pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting. Mulai dari biaya transportasi, penginapan hingga konsumsi. Sebab virtual meeting yang dilakukan melalui aplikasi ini tidak membutuhkan rapat di satu tempat seperti yang biasanya dilakukan.
“Saya paksa birokrasi untuk berubah. Pimpinan-pimpinan ini harus belajar teknologi. Kalau tidak mampu, mereka saya kasih dua pilihan, mengundurkan diri atau dipecat. Dari pada malu dipecat, beberapa dari mereka akhirnya memilih untuk mengundurkan diri,” akunya. 
Ganjar sendiri sudah melakukan koordinasi dengan Presiden Joko Widodo agar program ini bisa diaplikasikan secara nasional. Pihaknya sendiri siap melakukan pendampingan agar bisa menerapkan program ini dengan baik. Goalnya, seluruh daerah di tanah air mampu mengendalikan inflasi yang pada akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. (bersambung/nda)