magista scarpe da calcio Grabbing Pasar Milenial, Media Harus Lebih Peka


Grabbing Pasar Milenial, Media Harus Lebih Peka

 
Pelatihan Wartawan Daerah 2017 yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta tak hanya membahas materi-materi yang berkaitan dengan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 580 wartawan dari berbagai daerah di tanah air juga mendapat wawasan tentang bagaimana penulisan berita yang efektif dan efisien, khususnya saat menyasar kelompok milenial.
Dengan mengenakan baju terusan batik sepanjang lutut, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Dyah Nastiti memberikan sambutan yang sangat santai namun mengena. Mendengar tutur katanya yang lugas dan to the point, menyiratkan jika perempuan berambut pendek ini sangat tegas dan tidak suka basa basi.
Di hadapan ratusan wartawan, Dyah menyebutkan, dari data BPS tahun 2016, sebanyak 65 persen penduduk Indonesia berusia di bawah 39 tahun. Itu berarti, pangsa pasar media didominasi oleh kelompok muda atau yang biasa dikenal dengan istilah milenial. 
“Melihat besarnya penduduk di usia ini, media harus peka dan jeli. Karena itu saat memproduksi karya jurnalistik, media harus memahami karakter dan kebutuhan kelompok ini,” ungkapnya.
Dyah melanjutkan, pada tahun 2001 seorang konsultan pendidikan, Marc Prensky pernah meneliti di Amerika pada saat itu mengalami fenomena symptom. Fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan kecerdasan penduduk usia muda, namun kualitas pendidikannya menurun. 
“Penduduk usia muda yang dimaksud adalah digital native. Ciri-cirinya, mereka lahir di era digital seperti saat ini dan terbiasa multitasking. Mereka bisa mengerjakan berbagai hal dalam satu waktu. Berbeda dengan orang dulu yang hanya bisa satu bidang. Sayangnya kebiasaan multitasking ini memiliki efek negative. Kemampuan multitasking ini mengakibatkan daya konsentrasi otak menurun hingga 50 persen. Nggak heran kalau banyak anak muda yang mudah lupa,” urai Dyah.
Dari kondisi ini, sambung Dyah, pembaca di era milenial seperti sekarang tidak bisa disuguhi dengan tulisan yang panjang. Mereka lebih mudah memahami persoalan melalui gambar dan tulisan yang singkat, padat dan jelas.
“Kalau mau menangkap readers sebanyak-banyaknya, maka media harus grabbing (merangkul) usia muda tersebut. Karena itu, saat menyajikan berita yang efektif dan efisien. Pemberitaan harus singkat, tajam, serta menggunakan keywords yang tepat,” lanjutnya.
Penelitian ini juga membuat Bank Indonesia menyajikan informasi tidak dengan kalimat panjang. Dyah mengaku saat memberikan informasi kepada masyarakat saat ini lebih memilih menggunakan gambar, seperti foto dan info grafis yang disertai penjelasan singkat.
“Kami pun pada akhirnya berbenah dan mengikuti kebutuhan. Kalau sebelumnya informasi yang disampaikan lebih banyak melalui tulisan, maka saat ini info grafis yang lebih mendominasi,” pungkasnya. (bersambung/nda) 
Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top