magista scarpe da calcio Ajak Daerah Sambut Pertemuan Tahunan IMF-World Bank


Ajak Daerah Sambut Pertemuan Tahunan IMF-World Bank


 
Pelatihan Wartawan Daerah 2017 yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, 19-22 November bukan hanya menjadi ajang para jurnalis daerah untuk memperluas wawasan. Acara ini juga dimanfaatkan oleh BI untuk menyampaikan agenda besar Indonesia yang akan dilaksanakan tahun 2018 kepada 580 jurnalis daerah yang berasal dari Aceh hingga Papua.
Ya, 8-15 Oktober 2018 mendatang, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-World Bank. Acara yang akan dilangsungkan selama satu minggu di kawasan Nusa Dua, Bali, tak sekadar menjadi ajang unjuk gigi ke hadapan dunia bahwa ekonomi Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat setelah 20 tahun yang lalu mengalami krisis ekonomi.
Tetapi juga menjadi momentum bangsa Indonesia untuk menggenjot investasi dalam negeri hingga meningkatkan sektor pariwisata. Kepala Satuan Tugas Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Peter Jacobs menyebutkan, sejak Oktober 2015 lalu Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah perhelatan akbar ini. Dan mulai saat itu, pemerintah langsung bergerak cepat untuk melakukan berbagai persiapan.
“Pertemuan ini akan diikuti 189 negara. Bukan hanya pertemuan para menteri dan pimpinan bank sentral, tapi dalam agenda ini juga akan dihadiri CEO industri keuangan dan tentu saja investor. Saat ini tercatat ada 17 ribu orang dari seluruh dunia yang akan bergabung dalam event ini. Akan ada sekitar 2.000 pertemuan baik antarnegara maupun antarlembaga dalam berbagai jenjang,” ujar Peter.
Pria berkacamata ini menguraikan, ada enam hal yang akan menjadi fokus perhatian pemerintah selama penyelenggaraan event besar ini. Mulai dari promosi ekonomi yang berhasil mencapai resilensi akibat policy making yang tepat, promosi digitalisasi ekonomi, promosi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, perdagangan dan wisata hingga meningkatkan peran perempuan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. 
Perhelatan bergengsi ini akan sangat mendukung perekonomian negara, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pada perhitungan jangka pendek, Peter memproyeksikan akan ada uang sebanyak 100 juta USD yang berputar selama tujuh hari penyelenggaraan. Sedangkan untuk jangka panjangnya, ia memprediksi acara ini akan menambah pemasukan dari sektor investasi, perdagangan hingga pariwisata.
“Belajar dari Peru yang menjadi tuan rumah acara ini pada tahun 2015 lalu, mereka mampu mencatat adanya peningkatan dari sektor travel dan dan tourism sebesar 16,34 persen setelah acara ini. Setidaknya angka ini juga dapat berlaku di Indonesia,” sambungnya.
Lokasi acara sendiri memang dipusatkan di Pulau Dewata mengingat akomodasi di sana paling siap dibandingkan daerah lain. Namun bukan berarti daerah lain tidak kecipratan mendapat berkah dari perhelatan akbar ini. Untuk itu, mantan Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara ini mendorong daerah-daerah untuk aktif melakukan promosi wisata sehingga dilirik oleh para peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank. (tamat/nda)