Jaga Intonasi, Pahami Keinginan Pelanggan

MALANG - Menjadi seorang Customer Service Contact Center Telkom Indonesia membuat Sevti Arini Triwindari Sitompul menghadapi berbagai macam karakter orang setiap harinya. Melalui sambungan telepon yang terkoneksi dengan pelanggan Telkom di seluruh Indonesia, membuat wanita berusia 24 tahun tersebut harus memahai karakter bahasa dan menjaga intonasi berbicara agar sang pelanggan bisa terlayani dengan baik.

Kepada Malang Post, wanita yang akrab disapa Sevti tersebut mengatakan, dalam melakoni pekerjaan tersebut, setiap harinya dia harus berinteraksi dengan pelanggan yang melakukan komplain melalui telepon. “Jadi, tidak perlu bertatap muka langsung dengan pelanggan yang melakukan komplain. Yang jelas, dalam melakoni pekerjaan tersebut, saya harus betul-betul menjaga intonasi bicara. Supaya para pelanggan paham maksud kita dan tidak tersinggung. Karena terkadang, maksud kita adalah memberi solusi, pelanggan menangkap kalau kita menantang, padahal maksudnya nggak gitu, jadi harus hati-hati,’ terang dia kepada Malang Post.
Selain itu, dalam melakoni pekerjaan tersebut, dirinya mengaku juga harus memahami dialek dan juga maksud dari keluhan pelanggannya. Suatu hari, Sevti pernah mendapatkan telepon dari salah satu pelanggannya yang ada di wilayah sekitar Ambon. Ketika itu, internetnya sedang gangguan dan pelanggan tersebut mengatakan jika modemnya sudah ‘dibunuh’. “Ketika itu, saya yang baru awal bekerja kaget. Saya mengira kalau modem tersebut dibanting dan rusak. Padahal, maksud beliau modemnya itu di restart, bukan dibunuh dalam arti sebenarnya. Oleh karena itu, kami juga dituntut untuk memahami dialek dari berbagai macam budaya yang ada di Indonesia,” papar dia.
Untuk mengatasi keluhan pelanggan yang beragam, Sevti memiliki tips dan trick khusus. Ia mengaku, harus memiliki kesabaran lebih dan juga tidak mengambil hati apa yang dilakukan pelanggan. Oleh karena itu, ketika bekerja, ia selalu menahan emosi supaya bisa memberikan solusi yang baik bagi para pelanggannya. Menurutnya, salah satu cara agar pelanggan merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan adalah dengan tidak mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan. “Setiap manusia pasti memiliki masalah amsing-maisng, jangan dicampur dengan pekerjaan. Jadi, ketika bekerja, posisi kita harus tenang supaya menangani pelanggan tidak emosi dan bisa memberikan solusi yang terbaik. Itu sudah tugas kita sehari-hari,” pungkas dia.(tea/mp)

Berita Terkait