Konsisten Jadi Instruktur Social Couple Dance


MALANG - Usia yang sudah tak muda lagi bukan menjadi halangan untuk terus berkarya. Kalimat itulah yang cocok disematkan kepada Raden Soebagyo, pria kelahiran Blitar 9 Juli 1938. Diusianya yang hampir 80 tahun ini, pria yang akrab disapa Bagyo ini masih aktif mengajar sebagai instruktur Social Couple Dance/Sosial Dansa dan Dinkes Kota.
Bagyo mengajar di berbagai tempat seperti RST, RSSA dan kini telah banyak memiliki anggota baik dari dalam kota maupun luar kota bahkan ada pula yang dari Australia. Disamping itu Bagyo kerap kali menoreh prestasi dan pernah mendapat penghargaan dari Korpri Kota Malang sebagai Desainer dan peraga terbaik.
“Sejak tahun 2000 hingga sekarang dansa memiliki banyak variasi tarian dari berbagai jenjang usia. Dansa untuk usia di atas 50 tahun yang bagus diterapkan yakni seperti Waltz dan Blues. Dansa jenis ini sangat bermanfaat untuk melatih kebugaran tubuh dan cara berfikir sehingga tidak mudah lupa,” ungkap Bagyo.
Menurutnya, Dansa yang bagus diterapkan untuk usia di bawah 40 tahun yakni Jive, Cha Cha, dan Shalsa yang bermanfaat untuk menunjang kesehatan tubuh dan membuat hidup lebih bahagia serta lincah.
Mantan artis di TVRI Nasional Surabaya pada  1974 dengan judul Kepak Sayap Terluka dan pernah bermain di TPI pada tahun 1976, dengan judul Mentari Menanti Pagi ini merupakan pensiunan Pengawas Kebudayaan tahun 1999  Kodya Malang.
Sebagai PNS, Bagyo pernah mendapat penghargaan Satyalencana karya satya. Bagyo juga sebagai pelukis opart yangg sering mengadakan pameran di beberapa kota besar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. (aga/udi)

Berita Terkait