magista scarpe da calcio Tingkat Stress Meningkat, Sales Aroma Terapi Melesat


Tingkat Stress Meningkat, Sales Aroma Terapi Melesat


MALANG - Bisnis penjualan aroma terapi tak pernah lekang dimakan zaman. Mulai dari essential oil hingga dupa aroma terapi diburu konsumen. Terlebih menjelang akhir tahun saat tingkat stress meningkat mengingat masyarakat dikejar deadline untuk memenuhi target di perusahaannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh karyawan Chrisna Home Spa & Aromatherapy, Yuliati. Menurutnya, masyarakat memburu aroma terapi karena ingin relaksasi dengan mencium wangi yang menenangkan sambil tidur-tiduran di rumah. “Banyak yang menggunakan wangi-wangian aroma terapi tersebut untuk terapi, baik untuk terapi batin maupun kesehatan. Para pelanggan juga memanfaatkan aroma terapi untuk pengharum ruangan,” papar dia ketika ditemui Malang Post.
Perempuan yang akrab disapa Yuli tersebut menyebutkan, ada beberapa aroma wangi-wangian yang diburu. Mulai dari jasmine, coffee, lavender, coppa cabana hingga fusion fruit. “Wangi-wangian tersebut banyak diburu pelanggan. Saat ini, stoknya sedang habis dan masih belum dapat kiriman lagi dari Surabaya,” lanjut dia.
Setiap harinya, ada sekitar 20 botol essential oil yang berukuran 4 ml yang terjual. Sedangkan untuk ukuran besar, yaitu 30 ml bisa terjual hingga 40 botol. Harga yang dibanderol mulai Rp 10 ribu hingga 40 ribu. “Jika ditotal berdasarkan jumlah pendapatan yang ada, essential oil untuk aroma terapi ini memberikan kontribusi hingga lebih 60 persen. Sedangkan sisanya, berasal dari produk lain, seperti sabun, body mist hingga bedak dingin,” terang dia.
Lebih lanjut, Yuli menjelaskan, rata-rata yang berminat untuk membeli aroma terapi untuk relaksasi tersebut adalah para perempuan yang rentang usianya sekitar 19-40 tahunan. Tak jarang juga, mereka memburu aroma terapi jenis dupa. “Kalau dupa, baunya lebih menempel dan awet. Namun, beberapa orang memang lebih tertarik yang cair. Tidak ada asapnya dan lebih menyehatkan,” imbuh dia.
Agar produknya tersebut banyak diburu, pihaknya mengaku harus aktif melakukan penawaran kepada pelanggan yang datang di lapaknya yang terletak di Malang Town Suare (Matos). Ketika pelanggan datang, pihaknya harus memperkenalkan produknya tersebut. “Secara langsung, kami harus aktif melakukan penawaran. Selain itu, kami juga melakukan penawaran melalui instagram. Komunikasi aktif kepada calon pelanggan juga penting supaya mereka bisa mengenal dan yakin terhadap produk yang kami jual,” pungkas dia.(tea/nda)

Berita Terkait

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top