Usung Gaya Retro, Optimis Okupansi 80 Persen


MALANG - Kota Malang masih menjadi incaran para pemilik properti untuk mengembangkan bisnis hotelnya. Setelah PT Intiwhiz International, Azana Hotels & Resort melakukan ekspansi ke Kota Malang. Menghadirkan hotel butik bergaya retro yang dilabeli dengan nama Front One Boutique Hotel, Azana membidik okupansi 80 persen setiap bulannya.
General Manager Front One Boutique Hotel Malang, Bachtiar, untuk memenuhi target tersebut, Front One menggeber harga promo Rp 285 ribu. Selain itu, hotel yang terdiri dari 24 kamar tersebut memanfaatkan pemasaran melalui Online Travel Agent (OTA).
“Kami masih menggencarkan promosi melalui OTA dengan rate harga kamar soft opening pada kisaran angka Rp 285 ribu. Sampai akhir tahun nanti, sudah full booked,” papar Bachtiar kepada Malang Post.
Setiap kamar, dinamai dengan nama-nama bunga dan juga memiliki keunikan yang berbeda-beda. Hotel tersebut didesain sedemikian rupa supaya tamu merasa nyaman seperti tinggal di rumahnya sendiri. “Kami menyediakan fasilitas seperti televisi, AC dan juga sarapan untuk para tamu. Selain itu, furniture kamar yang kami miliki semuanya berbeda-beda,” kata dia.
Chief Executive Officer Azana Hotels & Resort, Dicky Sumarsono mengatakan, Front One Boutique Hotel adalah butik hotel ketiga yang dibuka di Indonesia, yang berada di bawah manajemen Azana Hotel & Resort. “Hotel ini memberikan konsep retro dengan suasana yang homey dan masih tetap menjaga unsur kolonial. Butik hotel ini mengutamakan kepuasan customer dengan sentuhan personal," papar dia.
Pada kesempatan tersebut, Dicky juga menjelaskan, Front One tidak menyasar konsumen-konsumen yang biasa memilih hotel budget. Konsumen yang disasar lebih spesifik, yaitu orang-orang yang memang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan menikmati interior retro.
"Makannya kamarnya tidak banyak karena yang datang ke sini adalah orang-orang yang memang butuh istirahat. Kami akan memberikan pelayanan maksimal bagi para tamu sejak dia check in hingga check out," ujar dia.
Pihaknya optimis jika Front One bisa mencapai angka okupansi 80 persen setiap bulannya. “Dari 30 hotel yang kami miliki, rata-rata setiap bulannya okupansinya berada di angka 70 persen hingga 96 persen. Dengan hotel ini, kami optimis bisa mencapai target di angka 80 persen setiap bulannya,” lanjut dia.
Dicky berharap, dengan dibukanya Front One akan semakin meningkatkan potensi Kota Malang sebagai kota pariwisata dan menjadi jujukan para turis. Saat ini Azana Hotel & Resort hingan akhir bulan November 2017 telah mengelola 35 hotel di Indonesia. Sedangkan di Malang Raya, rencananya akan ada tiga tempat, dua di Kota Malang dan satu di Kota Batu. “Sekitar bulan Mei 2018 mendatang, kami akan membuka di Kota Batu dan di Jalan Puncak Borobudur Kota Malang,” pungkas dia.(tea/nda)

Berita Terkait