magista scarpe da calcio BI Minta Merchant Tak Terima Bitcoin


BI Minta Merchant Tak Terima Bitcoin


 
JAKARTA – Tren mata uang virtual di dunia terus mengalami peningkatan. Bahkan dalam Bitcoin.com tercatat saat ini nilai tukar Bitcoin sudah mencapai USD 12.330 per keping. Jika dirupiahkan, satu keping bisa setara dengan Rp 166 juta.
Meski semakin berkembang dan nilainya mengalami peningkatan dari hari ke hari, namun Bank Indonesia (BI) memastikan Bitcoin tidak dapat dijadikan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Untuk itu, bank sentral ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakannya serta mengingatkan kepada merchant dan pedagang tidak menerima pembayaran dengan menggunakan Bitcoin.
“Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Alat pembayaran yang sah hanya uang rupiah. Karena itu, merchant tidak boleh menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran di Indonesia,” ujar  Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara.
Mirza melanjutkan, berkembangnya Bitcoin membuat seluruh bank sentral di dunia sedang mempelajari mata uang virtual ini. Bahkan ada sejumlah negara yang otoritasnya melegalkan mata uang digital ini sebagai alat pembayaran. Kondisi inilah yang membuat pergerakan nilai tukar mata uang virtual ini sangat cepat dari ratusan dolar hingga akhir tahun menyentuh belasan ribu dolar. 
Mirza menjelaskan, jika dilihat dari pergerakan harga, Bitcoin dan mata uang virtual memang cepat mengalami kenaikan dan penurunan. Namun walaupun cepat mengalami kenaikan, Bitcoin tidak aka nada harganya jika otoritas di negara yang bersangkutan tidak mengakuinya.
"Kalau lihat harganya, cepat naik habis itu turun, terus naik lagi. Yang terpenting sebagai sistem pembayaran itu harus diakui oleh otoritas moneter dan sistem pembayaran," sambung Mirza.
BI mengkawatirkan dan masih mencermati terkait risiko penggunaan Bitcoin oleh masyarakat. Hal ini karena BI mengendus potensi penyelewengan Bitcoin digunakan untuk tindakan melawan hukum seperti terorisme, pencucian uang, prostitusi dan perdagangan obat terlarang.
Memang, ada beberapa investor yang menggunakan Bitcoin sebagai alat investasi. Beberapa negara bereaksi berbeda dengan kehadiran Bitcoin. Tiongkok dan Rusia merupakan beberapa negara yang menolak kehadiran Bitcoin. Sedangkan, Jepang menerima transaksi dengan menggunakan mata uang virtual ini. (net/nda)

Berita Terkait

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang