magista scarpe da calcio Pelatihan Kriya di RKB, Buat Ibu Rumah Tangga Lebih Produktif


Pelatihan Kriya di RKB, Buat Ibu Rumah Tangga Lebih Produktif


MALANG - Sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan, Rumah Kreatif BUMN (RKB) memberikan sekitar 80 bentuk pelatihan setiap bulannya. Mulai dari fashion, kriya kuliner hingga Desain Komunikasi Visual (DKV) dan juga mengundang beberapa komunitas.
Koordinator Pelatihan RKB, Nimas Faradita mengatakan, jenis pelatihan yang banyak diikuti adalah kuliner, fashion dan juga DKV. Pelatihan tersebut banyak diikuti oleh para mahasiswa, komunitas hingga ibu rumah tangga. “Kalau di kalkulasi, kebanyakan ibu rumah tangga banyak yang mengikuti pelatihan kriya. Mulai menyulam, membuat kreasi decupage hingga kerajinan lainnya. Mereka banyak mengikuti pelatihan ini untuk meningkatkan skill dan kemudian menjual hasil karya mereka sendiri,” terang Nimas ketika ditemui Malang Post.
Pada pelatihan tersebut, para ibu-ibu rumah tangga diajari mulai dari dasar membuat kreasi, mendesain atau menyulam dengan rapi hingga berbentuk sebuah barang. Kemudian, mereka juga diajarkan bagaimana mengemas barang, mendistribusikan hingga membuat tampilan foto atau gambar terlihat eye-catching. “Semua kami lakukan secara bertahap. Supaya bisa mendongkrak penjualan,” kata dia.
Selama lima bulan berjalan, sudah ada sekitar 18 kali pelatihan yang berkelanjutan untuk membekali para ibu rumah tangga tersebut. Kemudian, hasil kreasi tersebut dipajang di RKB sekaligus dibantu memasarkan melalui e-commerce yang sudah bekerjasama dengan mereka, yaitu blanja.com. “Saat ini, sudah sekitar 100 barang yang dipasarkan. Kebanyakan memang kriya. Seperti hasil rajutan, taplak meja, tas hingga dompet. Bahkan, yang memesan juga dari luar negeri,” kata dia.
Nimas menambahkan, dari 18 sub sektor kreatif yang ada, pihaknya menargentkan setidaknya ada 1.500 kreasi yang bisa dijual melalui e-commerce. “Saat ini memang baru hanya 100. Oleh karena itu, kami juga terus memberikan motivasi kepada para pelaku kreatif dan membentuk rasa percaya diri kepada mereka agar produknya dipasarkan lebih luas lagi,” pungkas dia.(tea)

Berita Terkait