magista scarpe da calcio Strategi Branding J&T Express Untuk Bangun Trust


Strategi Branding J&T Express Untuk Bangun Trust


MALANG - Bisnis online membuat layanan jasa ekspedisi banjir order. Setiap harinya, ada sekitar 6 ribu paket barang yang disistribusikan dari Kota Malang ke seluruh Indonesia. Jasa tersebut kebanyakan digunakan oleh para mahasiswa dan para eksekutif muda yang seringkali melakukan belanja online. Selain itu, pegawai kantoran yang membutuhkan pengiriman dokumen secara cepat juga tak sedikit.
Koordinator J&T Express Klojen Malang, Rama Dion mengatakan, dalam melakukan distribusi barang, paling lama membutuhkan waktu hingga empat hari dengan tarif mulai Rp 7ribu hingga Rp 200 ribu. “Tarif dan lamanya pengiriman tergantung darimana barang datang dan diantar. Untuk tarif paling mahal dan penyaluran barang paling lama, biasanya daerah yang diakses cenderung memasuki pelosok,” terang dia ketika ditemui Malang Post.
Dalam melakukan pendistribusian barang, hanya ada jasa layanan reguler saja. Kemudian, pelanggan juga tidak perlu repot datang ke kantor jika ingin melakukan pengiriman barang. Hanya telepon saja dan kurir akan datang. “Tidak dipungut biaya, alias gratis. Itu salah satu strategi kami juga untuk mendekatkan diri kepada pelanggan, yaitu dengan pelayanan yang maksimal,” kata dia.
Sebaliknya, jika barang sudah datang, harus segera didistribusikan dan pantang simpan barang terlalu lama. Setiap harinya, pihak manajemen akan memeriksa dan menindak tegas para staf yang bertanggung jawab terhadap pengiriman tersebut melalui denda. “Customer itu tanggung jawab kami sepenuhnya, mulai barang dikirim hingga sampai.Kalau ada pelanggan yang ingin ambil barang di kantor, baru kami simpan di gudang. Dengan catatan harus ada konfirmasi dulu dan tidak boleh lebih dari dua hari. Tidak sembarang barang boleh disimpan di gudang,” lanjut dia.
Agar lebih maksimal melayani customernya, pihaknya sudah membuka 30 kantor cabang yang membawahi masing-masing kecamatan yang ada di kawasan Malang Raya. Jadi, distribusi barang lebih tertata dengan rapi. “Jadi, jika ada barang datang atau keluar dari Kecamatan Klojen, Kota Malang, kami yang bertenggung jawab. Ini supaya penerimaan barang tidak menumpuk pada suatu tempat hingga akhirnya banyak barang menumpuk dan customer jadi terbengkalai,” pungkas dia.(tea)

Berita Terkait

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top