magista scarpe da calcio Pilkada, Pertumbuhan Ekonomi 2018 Diprediksi 5,5 Persen


Pilkada, Pertumbuhan Ekonomi 2018 Diprediksi 5,5 Persen


MALANG – Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 mendatang diprediksi berada pada kisaran 5,1-5,5 persen. Dua event akbar yang digeber di tanah air, yakni Pilkada dan Asian Games menjadi faktor yang cukup berpengaruh dalam mendorong pertumbuhan.
Hal ini dijelaskan Co Founder and Managing Partner Creco Research Institute, Raden Pardede dalam Diskusi Outlook Stabilitas Ekonomi 2018 yang digelar Kantor Perwakilan BI Malang di Atria Hotel, Senin (11/12).  Raden menyebutkan dalam momen Pilkada, tanpa melihat dari mana uangnya, ia memastikan jumlah uang yang akan dibelanjakan berkisar ratusan triliun.
“Dalam kurun waktu lima tahun, nilai uang yang dibelanjakan pada momen Pilkada bisa mencapai Rp 250 triliun sampai Rp 300 triliun. Karena itu sudah bisa dipastikan jika momen Pilkada tahun depan inilah salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Raden.
Selain event besar, ekspor juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan. Meski diakui oleh Raden jika pertumbuhan dari sektor ini lebih lambat dibandingkan tahun 2017 karena struktur ekspor masih bertumpu pada komoditas.
Menyambung penyataan Raden, Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), Candra Fajri Ananda menyebutkan, soal ekspor, dari sisi UKM terjadi penurunan. Pada awal kebangkitan UKM di tanah air, memang banyak pelaku usaha yang melakukan ekspor. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kini semakin sedikit UKM yang melakukan ekspor.
“Ada problem besar soal kualitas UKM kita. Mereka cenderung hidup sendiri dan tidak ada pendampingan. Berbeda dengan negara lain, seperti Vietnam, UKM menjadi partner industri besar sehingga mereka bisa teus berkembang. Di era Fintech seperti saat ini, UKM yang berhasil hanya 1-2. Itu pun anak muda yang memang sudah sangat familier dengan teknologi. Padahal sebagian besar pelaku UKM adalah orang tua,” beber Candra.
Sementara itu, dalam momen tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Dudi Herawadi menjelaskan tentang perkembangan perekonomian di akhir tahun 2017. Pada triwulan IV diperkirakan cenderung tumbuh dibanding triwulan III. "Diproyeksikan tumbuh di rentang 5,2-5,5 persen. Pengungkit pertumbuhan didorong dari sektor hotel dan restaurant serta industri pengolahan," ungkap dia.
Meskipun pertumbuhan ekonominya cukup tinggi, namun pertumbuhan kredit masih di bawah 10 persen dan berjalan tidak seiring dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). "Perbankan agak susah menyalurkan kreditnya, kemungkinan di tahun 2018 kondisi ini tidak akan berbeda jauh," lanjut Dudi.
Lebih lanjut, pihaknya juga memprediksi jika akhir bulan ini inflasi akan dipengaruhi sejumlah komoditi seperti cabai, tomat, dan beras. Untuk itu, masyarakat diimbau agar mengendalikan tingkat konsumsinya. "Meski Bulog menyatakan bahwa stok beras aman, namun harganya tetap terganggu faktor cuaca. Untuk itu masyarakat harus lebih bijak dalam mengkonsumsi komoditi tertentu,” ungkap dia. (tea/nda)

Berita Terkait