Batik Organik Diburu Wisatawan Asing


MALANG – Menggunakan bahan pewarna alami, Batik Organik Buring membutuhkan waktu produksi yang lebih lama. Proses yang sulit ini mampu menghasilkan batik dengan warna yang klasik dan cantik. Tak heran jika batik yang diproduksi UMKM di Kecamatan Kedungkandang ini pun banyak diburu oleh wisatawan asing.
Pemilik UMKM Batik Organik Buring, Sholehudin, berbeda dengan batik biasa, karena menggunakan bahan organik, proses pengerjaan Batik Organik lebih lama. Proses membatik dengan canting membutuhkan waktu sekitar satu bulan. “Lalu untuk pewarnaan, satu warna bisa enam sampai sepuluh kali pencelupan,” terang dia kepada Malang Post.
Dalam memasarkan produknya, Sholehudin bekerja sama dengan organisasi pemuda internasional AIESEC. Kerjasama inilah yang membuat produknya banyak dikenal oleh wisatawan asing. Setiap bulannya, puluhan lembar Batik Organik diboyong sebagai oleh-oleh para wisatawan asing. “Dari kerjasama ini, kami banyak mendapatkan pembeli dari kalangan orang asing. Mereka menjadikan Batik Organik sebagai oleh-oleh dan dibawa ke negaranya masing-masing,” bebernya.  
Dalam melakukan produksi, ada berbagai macam bahan alami yang dijadikan pewarna batik. Untuk menghasilkan warna merah bata atau merah tua menggunakan mahoni, warna hijau kekuningan dengan biji jalawe, warna kuning memanfaatkan kayu tegeran, warna biru dengan tanaman indigo, sedangkan untuk menghasilkan warna oranye dengan akar mengkudu.
Pada proses pembuatannya, kain yang digunakan juga kain khusus, yaitu kain katun dengan kualitas terbaik supaya warna yang dihasilkan bisa mudah diserap sehingga terlihat bagus. Dengan bahan pewarna organik dan kain berkualitas tinggi, Batik Organik ini dibanderol mulai harga Rp 250 ribu.
Meski peminat Batik Organik didominasi asing, namun Sholehudin terus berupaya meningkatkan jumlah pelanggan dan menarik pembeli dari wisatawan domestic. Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Koperasi Kota Malang untuk mengikuti beberapa pameran yang diadakan.
“Ini merupakan salah satu strategi kami untuk menarik pasar. Pada pameran tersebut, saya juga membawa beberapa contoh bahan pewarna alami untuk dipamerkan juga. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang datang ke stand kami percaya dan kemudian tertarik untuk membeli produk kami,” pungkas dia. (tea/nda)

Berita Terkait