Malang Jadi Jujugan, Penerbangan Buka Rute Baru


MALANG - Kawasan Malang Raya sepanjang 2017 ini menjadi jujugan wisata maupun event berskala Nasional. Mulai dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Indonesia City Expo (ICE) hingga banyaknya jadwal liburan long weekend. Hal tersebut membuat beberapa maskapai penerbangan membuka rute baru dan juga mengadakan penerbangan tambahan.
Seperti pada 29 November 2017 lalu, Lion Air membuka rute baru, yaitu CGK-MLG-CGK. Airport Service Manager Lion Grup Malang, Panca Susila mengatakan penerbangan baru ini sengaja dibuka untuk memberikan kemudahan masyarakat bepergian menggunakan pesawat.
Selain itu penerbangan baru yang ditawarkan ini juga sekaligus untuk mendukung pembangunan di wilayah Malang Raya, serta daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. ”Beroperasinya Lion Air CGK-MLG-CGK ini untuk mengurangi traffict di Bandara Juanda. Sekaligus dengan beroperasinya kami di sini, mendukung peningkatan ekonomi dan wisata di Malang Raya,” ujar dia.
Maskapai tersebut ada dua kali penerbangan. Yakni pukul 08.25 dan pukul 12.45. Penerbangan baru itu dilayani menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800 NG. Namun ke depan pesawat untuk rute ini akan menggunakan jenis Boeing 737 MAX. “Pesawat Boeing 737–800 NG yang kami gunakan ini memiliki kapasitas penumpang 189 seat,” lanjut dia.
Pada kuartal ketiga, banyak maskapai yang mengadakan penerbangan tambahan menjelang penutup tahun. Seperti yang dilakukan Citilink, pada 21 Desember 2017 hingga 3 Januari 2018 mendatang, pihaknya memberikan extra flight selama dua kali dalam satu hari menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, yaitu pada pukul 08.15 dan 12.30.
“Jadi, selama 10 hari ke depan, per harinya kami ada lima kali penerbangan. Tiga kali dari Bandara Abd Saleh menuju Cengkareng, dua kali menuju Halim Perdana Kusuma. Jadi, ada 900 kursi yang kami sediakan dalam satu hari,” ujar Branch Manager Citilink Malang, Indra Fajar.
Hal serupa juga dilakukan oleh Sriwijaya Air, pada 22 Desember 2017 hingga 4 Januari 2018 mereka mengadakan penerbangan tambahan. Sehingga, dalam satu hari, Sriwijaya Air ada empat kali penerbangan, tambaan waktu tersebut diberikan pada pukul 12.35 hingga 13.55. ”Hal ini kami lakukan untuk mencegah lonjakan penumpang pada peak season kali ini. Saat ini, Malang merupakan salah satu jujugan wisata,” ujar District Manager Sriwijaya Air Muhammad Yusri Hansyah.
Secara terpisah, Manager Sales & Marketing Branch Office Garuda Malang, Muhammad Ardi Kurniadi mengatakan pada 28 sampai 29 Desember 2017 dan 2 hingga 3 Januari 2018 mempersiapkan penerbangan tambahan, yaitu pada pukul 11.40 dan 13.25 untuk CGK-MLG serta 14.25 dan 15.55 untuk MLG-CGK. Untuk diketahui, sepanjang tahun 2017 ini, sudah kali keenam Garuda Indonesia memberikan pelayanan dengan menambah ekstra flight. Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan pada momen Lebaran, pelaksanaan Rakernas APEKSI dan Indonesia City Expo (ICE), Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) di Kota Malang, Idul Adha 2017 serta Maulid Nabi yang jatuh pada awal Desember 2017 kemarin.
Ardi menambahkan, pada Rabu (20/12), Garuda Indonesia resmi mendirikan Cargo Service Centre yang terletak di sekitar pintu masuk Bandara Abd Saleh.
Manager Sales & Marketing Branch Office Garuda Malang, Muhammad Ardi Kurniadi mengatakan, kantor tersebut dibuka sebagai channel untuk menjembatani secara resmi kebutuhan pelanggan untuk melakukan pengiriman barang ke seluruh Indonesia dalam waktu yang lebih cepat. “Jadi, nanti barang yang kami terima, akan dikirim menggunakan pesawat menuju Jakarta, sesuai dengan rute pesawat kami. Kemudian, dari Jakarta baru diantar ke daerah tujuan masing-masing sesuai dengan rute Garuda Indonesia,” terang dia kepada Malang Post.
Untuk cargo tersebut, pihaknya menargetkan setidaknya ada 1,5 ton barang yang diberangkatkan dan sekitar 3 ton barang yang mampu diterina dan siap dikirim. Pelanggan tidak perlu khawatir, semua barang yang ddikirim, bisa di tracking. “Tidak hanya barang saja yang bisa dikirin, huming remain (jenazah) juga bisa. Untuk melakukan pengiriman barang, bisa langsung kontak CS,” kata dia.
Ardi melanjutkan, pihaknya mengadakan kantor tersebut karena Malang memiliki potensi besar dan belum sepenuhnya teredukasi cargo udara. “Selama ini, kami melihat pengiriman cargo terus meningkat. Oleh karena itu, kami ingin mendekatkan diri lagi ke masyarakat dengan membentuk cargo service centre ini. Untuk wilayah Malang, Jember dan Banyuwangi, cargo service centre ini baru ada di Malang saja,” lanjut dia
Sementara itu, Kepala UPT Bandara Abd Saleh, Suharno mengatakan total penerbangan dari Bandara Abd Saleh ada 14. Sebanyak 12 melayani Malang-Jakarta, satu melayani penerbangan dari dan ke Bali, dan satu melayani rute dari dan ke Bandung.
Mengenai potensi menambah jadwal penerbangan, Suharno mengatakan masih belum tahu. Alasannya jelas, yaitu adanya penerbangan militer. “Sejauh ini tidak mengganggu, antara jadwal penerbangan sipil dengan militer. Kami terus melakukan koordinasi,” tandas dia. (tea/udi)

Berita Terkait