magista scarpe da calcio 2018, BNI Malang Fokus Distribusi Kartu Tani


2018, BNI Malang Fokus Distribusi Kartu Tani


MALANG – Pendistribusian Kartu Tani  bakal menjadi salah satu fokus utama BNI Malang dalam program kerjanya di tahun 2018 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mensukseskan program Kementerian Pertanian, yakni terkait pelaksanaan pemberian subsidi pada petani secara cashless yang dimulai pada Januari mendatang.
CEO BNI Malang, Yessy Kurnia mengatakan, hingga akhir tahun 2017 ini, pendistribusian Kartu Tani di wilayah kerjanya baru terlaksana 30 persen dari total sebanyak 677 ribu kartu. Banyak persoalan yang dihadapi di lapangan saat pendistribusian dilakukan yang membuat program tidak berjalan lancar.
“Pendistribusian ini harus disampaikan langsung kepada para petani dan tidak bisa diwakilkan karena ada pin yang harus mereka keep. Persoalan seperti jarak dan waktu menjadi kendala saat pendistribusian. Jangkauan jarak antara lokasi satu dengan lainnya membutuhkan waktu yang lebih panjang. Selain itu, kami juga harus mengikuti jadwal para petani. Rata-rata siang hari mereka sibuk di sawah dan baru bisa dikumpulkan malam hari,” beber Yessy dalam Media Gathering dan Workshop Akhir Tahun BNI Wilayah Malang, kemarin.
Selain jangkauan jarak dan waktu, hambatan pendistribusian terjadi karena perlu adanya proses verifikasi data. Data yang ada selama ini cenderung copy paste data di tahun-tahun sebelumnya. Padahal banyak perubahan yang terjadi, antara lain pindah rumah hingga meninggal dunia. Sehingga pendistribusian pun harus ditunda.
“Tahun 2018 kami targetkan bisa tuntas 100 persen. Beragam hal sudah kami siapkan untuk memenuhi target pendistribusian tersebut. Seperti menggencarkan sosialisasi serta menambah orang untuk mendukung program ini. Sehingga tahun 2019 mendatang, pemberian subsidi secara cashless bisa totaly dilaksanakan secara penuh,” sambungnya.
Yessy melanjutkan, untuk petani yang mendapatkan Kartu Tani harus memenuhi beberapa klasifikasi yang telah ditentukan. Antara lain luas lahan yang dimiliki maksimal 2 hektar dan tanaman yang diproduksi adalah padi, jagung dan kedelai.
“Selain untuk membeli pupuk bersubsidi, dengan menggunakan Kartu Tani, para petani bisa melakukan beragam transaksi keuangan. Mulai dari membayar tagihan listrik hingga untuk tarik tunai,” pungkasnya. (nda)
Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top