Motor Matic Tak Terkalahkan, Mobil Low MPV Terus Rajai Pasar


 
MALANG - Penjualan motor matic di Malang masih menjadi yang terdepan selama tahun 2017. Sedangkan di sektor kendaraan roda empat, jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) terus menjadi favorit para user. Penjualan kedua jenis kendaraan ini bahkan semakin terlecut berkat hadirnya transportasi online di Malang Raya. Di Honda MPM Malang, keseluruhan tipe motor matic yang dimiliki Honda mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan sekitar 80-85 persen.
“Permintaan motor matic sangat tinggi. Saat ini, kami fokus untuk memproduksi unit motor matic lebih banyak lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar,” kata Area Sales Supervisor MPM Malang, Chandra Wahyu Dinata.
Dari beberapa jenis matic keluaran Honda, varian Beat masih mendominasi. Setiap bulannya penjualan motor matic Honda Beat tercatat 7.000 unit.
“Honda Beat disukai karena pengoperasiannya mudah, ringan dan simple. Sangat bersahabat saat dikendarai sehingga menjadi favorit para pengendara transportasi online. Selain itu, segmen ibu-ibu juga memfavoritkan motor ini,” lanjut dia.
Selain Beat, motor matic Honda lainnya juga tak kalah larisnya, seperti Vario dan Scoopy yang memiliki segmen pasar tersendiri. Bahkan, untuk semakin memperkuat posisi di sektor matic, di penghujung tahun ini Honda dengan gagah perkasa meluncurkan varian PCX dengan harga yang lebih terjangkau karena diproduksi di dalam negeri. 
Area Section Head Sales Honda MPM Motor Malang, Dede Hartono mengatakan, New Honda PCX hadir dengan harga mulai dari Rp 27 juta hingga Rp 32 juta dengan pilihan warna Black, White, Red, dan Light Gold.
“Kami sudah membuka inden sejak awal Desember. Sudah cukup banyak yang melakukan inden pada seri terbaru ini,” kata dia kepada Malang Post.
Pesaing kuatnya, Yamaha, juga tak mau ketinggalan untuk jor-joran menghadirkan motor matic. Di awal tahun mereka langsung menggebrak dengan menghadirkan motor berbadan bongsor Aerox. Kehadiran Aerox ini menjadi angin segar bagi para penggemar Yamaha karena desainnya yang futuristik dan dibekali dengan teknologi paling up to date. 
Terkini, di sektor motor matic, Yamaha meluncurkan produk terbaru, yaitu Yamaha Mio S pada Oktober lalu. Produk tersebut saat ini juga disebarkan ke beberapa daerah, tak terkecuali Kota Malang. Dalam melakukan penjualan tersebut, pihaknya menargetkan jumlah penjualan mencapai 15 persen dari keseluruhan total produk Yamaha di Malang.
“Pada seri terbaru kali ini, kami membidik pasar para wanita, tak terkecuali juga para pengendara transportasi online karena pasar di sana masih sangat bagus,” ujar Marketing Yamaha Gatsu Malang, Willy Firmansyah.
Sedangkan untuk kendaraan roda empat, mobil jenis Low MPV masih tetap menjadi buruan masyarakat. Alasannya tentu saja karena mobil jenis ini mampu mengangkut banyak penumpang, yakni tujuh penumpang. Selain itu, di dalam mobil masih banyak tempat untuk meletakkan barang-barang. Dari merek Toyota, Avanza masih memimpin penjualan. Mobil Low MPV ini terus berkibar sepanjang tahun 2017.
“Penjualan Toyota sampai saat ini masih dirajai Avanza. Untuk menunjang penjualan, kami juga menghadirkan promo, yakni program DP murah,” beber Supervisor Auto 2000 Sutoyo, Agung Dwi Wahono. 
Daihatsu mencatat kontribusi Low MPV paling tinggi. Dua jagoannya, Xenia dan Sigra memimpin dengan kontribusi masing-masing sebesar 25-30 persen di setiap bulannya. Tak hanya itu, di penghujung tahun ini, penjualan kedua mobil Low MPV ini juga semakin melesat. 
“Yang menarik, penjualan Sigra tumbuh hingga 140 persen dan Xenia mengalami kenaikan sebesar 75 persen di bulan Desember. Ini menunjukkan jika Low MPV makin diminati,” kata Sales Manager Daihatsu Astra International Malang, Royke Roring.
Sementara untuk mobil Honda, dealer Honda Mandalasena mencatat untuk segmen Low MPV, yakni Mobilio mencatat kontribusi sebesar 30 persen.
“Meski masih kalah dengan Brio, namun peminat Mobilio terus meningkat. Mobil ini juga banyak diminati oleh pengendara transportasi online,” ujar Marketing Executive Honda Mandalasena Malang, Syafi’i (tea/nda)

Berita Terkait