Penjualan Emas Tak Bergairah


 
MALANG - Menjelang tutup tahun 2017, penjualan logam mulia atau emas di Toko Bulan Purnama Pasar Besar tak bergairah. Sepinya penjualan logam mulia ini bahkan tak hanya terjadi di akhir tahun, tetapi juga di sepanjang 2017. Staf Bulan Purnama Pasar Besar, Erik Wido Purnomo mengatakan penjualan emas selama 2017 sepi karena berbagai faktor. 
“Kondisi ekonomi saat ini cenderung lesu, sehingga sangat berpengaruh terhadap kunjungan masyarakat untuk beli emas,” ujar dia ketika ditemui Malang Post.
Erik menuturkan, sepanjang tahun ini, rata-rata pihaknya hanya bisa menjual 2-3 batang emas batangan per hari. Sedangkan pada tahun lalu, total penjualan emas batangan pada 2016 sekitar 200 kali transaksi per bulan. Sementara untuk emas jenis perhiasan, ada sekitar 6.000 transaksi sepanjang tahun 2017.
“Untuk tahun ini penjualan emas perhiasan terjadi penurunan hingga 30 persen,” lanjutnya.
Harga emas pada bulan Desember ini sebenarnya mengalami penurunan. Untuk emas batangan, dibanderol dengan harga Rp 560 ribu per gram. Sedangkan untuk emas perhiasan, harganya lebih beragam tergantung kadarnya.
Untuk perhiasan dengan kadar paling rendah yakni 30 persen, harganya Rp 230 ribu per gram. Sedangkan perhiasan dengan kadar 75 persen atau kadar tertinggi harganya Rp 510 ribu per gram. Selanjutnya untuk perhiasan impor dengan kadar 91,6 persen dibanderol dengan harga Rp 675 ribu per gram.
“Akhir tahun cenderung harga emas mengalami penurunan. Tapi sekali lagi kondisi ini tidak membuat permintaan naik,” pungkas dia.(tea/nda)

Berita Terkait