magista scarpe da calcio Pencapaian Pajak Tembus 100,33 Persen


Pencapaian Pajak Tembus 100,33 Persen


 
MALANG - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur (Jatim) III berhasil merealisasikan target pajak sebesar Rp 25,80 triliun dari target pajak Rp 25,72 triliun. Artinya, pencapaian tersebut berhasil direalisasikan sebesar 100,33 persen dari target pajak. Kepala Kanwil DJP Jatim III, Rudy Gunawan Bastari mengatakan, dengan pencapaian yang ada, DJP Jatim III mengalami pertumbuhan netto penerimaan sebesar 13,63 persen dibanding 2016. 
“Penerimaan pajak melebihi target sesuai data per 29 Desember 2017. Penerimaan pajak masih terus berlanjut sampai akhir tahun sehingga pencapaiannya bisa bertambah,” ujar Rudy dalam keterangan pers di Kanwil DPJ Jatim III, Sabtu (30/12).
Rudy menuturkan, pencapaian pajak tersebut didukung oleh sembilan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di bawah komando Kanwil DJP Jawa Timur III yang masing-masing juga melebihi 100 persen dari target yang telah ditentukan. 
Untuk wilayah KPP Pratama Kepanjen realisasinya sebesar 108,22 persen atau setara Rp 687 miliar, KPP Pratama Malang Selatan sebesar 104,62 persen atau setara Rp 683 miliar, KPP Madya Malang sebesar 103,69 persen atau setara Rp 17,5 triliun, KPP Pratama batu sebesar 102,85 persen atau setara Rp 114 miliar, KPP Pratama Situbondo sebesar 102,41 persen atau setara Rp 325 miliar, KPP Pratama Malang utara sebesar 102,36 persen atau setara dengan Rp 521 miliar, KPP Pratama Singosari sebesar 101, 97 persen atau setara Rp 552 miliar, KPP Pratama Kediri sebesar 100,97 persen atau setara Rp 918 miliar dan KPP Pratama Pasuruan sebesar 100,55 persen atau setara dengan Rp 1, 35 triliun.
Rudy melanjutkan, ada enam sektor dominan yang mempengaruhi penerimaan pajak tersebut. Seperti industri pengolahan sebesar 65,38 persen (industri pengolahan tembakau sebesar 85 persen), konstruksi sebesar 4,30 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 5,86 persen, jasa keuangan dan asuransi sebesar 9,19 persen, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib sebesar 4,98 persen dan sektor lainnya sebesar 10,29 persen.
“Rokok juga menyumbang cukup besar. Kami bekerjasama dengan DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) Jatim II,” papar Rudy.
Selain itu, tax amnesty atau pengampunan pajak menjadi salah satu faktor pendongkrak penerimaan pajak. Tidak sedikit WP yang berbondong-bondong untuk membayar pajak setelah ada keringanan dari pemerintah. Hal lain yang mempengaruhi tercapainya penerimaan pajak yakni dengan menumbuhkan self assessment pada WP.
“Bagaimana caranya WP yang belum bayar jadi bayar. Yang sebelumnya bayar sedikit, jadi meningkat,” ucap Rudy.
Tahun ini, jumlah Wajib pajak (WP) bayar sebanyak 92.279 orang. Berarti, tumbuh sebesar 32,41 persen dari 2016. Sementara jumlah wajib pajak terdaftar pada 2017 sebanyak 1.695.326 orang, atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,39 persen dari tahun lalu.
“Tahun depan, penerimaan pajak akan terus digenjot. Targetnya tumbuh 12 persen dari penerimaan tahun ini,” pungkas Rudy.(tea/nda)

Berita Terkait

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top