Dua Hari, 24 Nasabah Manfaatkan SLIK


MALANG - Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang beralih tugas ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mulai beroperasi pada Selasa (2/1) lalu. Untuk wilayah Malang Raya, selama dua hari berjalan, OJK sudah melayani 24 nasabah perbankan yang meminta keterangan data keuangan atau kredit yang dimiliki nasabah pada suatu bank.
Kepala OJK Malang, Widodo mengatakan, sosialisasi terhadap SLIK OJK yang awalnya adalah Sistem Informasi debitur (SID) dan dikelola oleh Bank Indonesia (BI) sudah berjalan dengan baik. Masyarakat sudah terinformasi dengan baik. Pada hari pertama, Selasa (2/1), ada 10 nasabah yang datang memanfaatkan layanan SLIK. Sedangkan di hari kedua, Rabu (3/1), 14 nasabah. “Jaringan, database dan infrastruktur pendukung berjalan baik. Pegawai yang bertugas juga sudah mampu melayani dengan baik dan ramah,” papar Widodo ketika dikonfirmasi oleh Malang Post.
Widodo menuturkan, SLIK merupakan infrastruktur penting di sektor jasa keuangan yang dapat digunakan oleh pelaku industri untuk mitigasi risiko, khususnya risiko kredit. Sehingga dapat membantu menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah. Selain itu, keberadaan SLIK juga mampu mendukung perluasan akses kredit atau pembiayaan.
“Jika nasabah membutuhkan informasi, bisa memanfaatkan layanan melalui call center OJK di 157 atau langsung datang ke kantor. Kami sudah menyiapkan space khusus untuk melayani permintaan informasi debitur perbankan dan layanan jasa keuangan lainnya,” beber dia.
Layanan SLIK tersebut bermanfaat bagi para kreditur, yaitu membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit. Kemudian, juga menurunkan risiko kredit bermasalah di kemudian hari, dapat mengurangi atau meminimalkan ketergantungan Pelapor atau pemberi kredit kepada agunan konvensional, serta pemberi kredit dapat  menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti atau pelengkap agunan.
“Hal ini juga untuk efisiensi biaya operasional. Sedangkan bagi debitur atau masyarakat umum, keberadaan SLIK dapat dimanfaatkan untuk mengetahui data kredit perbankan seperti data pokok debitur, plafon kredit, baki debet, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran serta denda atau penalti pinjaman. SLIK juga bisa memberikan informasi mengenai status agunan serta rincian penjamin kredit,” jelas Widodo.
Sementara itu, fungsi SLIK bagi masyarakat yaitu mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh persetujuan kredit. Bagi nasabah baru, khususnya yang tergolong sebagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), akan mendapat akses yang lebih luas kepada pemberi kredit dengan mengandalkan reputasi keuangannya tanpa harus tergantung pada kemampuan untuk menyediakan agunan juga mendorong penerima kredit untuk menjaga reputasi kreditnya.
“Cakupan pelapor SLIK bukan saja dari industri perbankan, namun juga lembaga jasa keuangan maupun non lembaga jasa keuangan yang berpartisipasi untuk menjadi pelapor dalam SLIK,” pungkas pria berkacamata tersebut.(tea/nda)

Manfaat SLIK
Untuk Kreditur:
-    Mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit
-    Menurunkan risiko kredit bermasalah
-    Mengurangi atau meminimalkan ketergantungan Pelapor
-    Pemberi kredit dapat  menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti atau pelengkap agunan
Untuk Debitur dan Masyarakat Umum
-    Mengetahui data kredit perbankan seperti data pokok debitur, plafon kredit, baki debet, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran serta denda atau penalti pinjaman
-    Memberikan informasi mengenai status agunan serta rincian penjamin kredit
-    Mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh persetujuan kredit
-    UMKM mendapat akses yang lebih luas kepada pemberi kredit dengan mengandalkan reputasi keuangannya tanpa harus tergantung pada kemampuan untuk menyediakan agunan juga mendorong penerima kredit untuk menjaga reputasi kreditnya(mp)

Berita Terkait