Youtube Turunkan Penjualan Buku Resep


 
MALANG - Maraknya tutorial memasak di Youtube dan Instagram membuat penjualan buku resep masakan menurun. Pasalnya dengan menggunakan dua aplikasi tersebut, ibu rumah tangga yang ingin membuat kreasi masakan hanya tinggal klik melalui gadgetnya.
Supervisor Toko Buku Gramedia Malang, Enny Irawati mengatakan, karena perkembangan teknologi yang ada, penjualan buku resep berkurang. Buku masak yang awalnya laku sekitar 100 buku per bulan turun sekitar 20 persen.  “Perkembangan teknologi memang mempermudah penggunanya. Dengan hanya sekali klik, mereka bisa mendapatkan apa yang dimau, termasuk tutorial memasak. Kondisi ini memang cukup berpengaruh dengan penjualan buku resep,” kata dia ketika ditemui Malang Post.
Meski demikian, pihaknya tetap optimis jika buku resep tidak akan ditinggalkan begitu saja oleh masyarakat. Masih cukup banyak pelanggan yang setia menggunakan buku resep dan enggan melihat di tutorial Youtube dan Instagram.
“Masih ada juga ibu-ibu yang merasa kurang puas dan merasa resepnya kurang lengkap tanpa membeli buku. Satu buku kan resepnya banyak, tidak perlu mencari satu-satu di internet,” papar Enny.
Selain itu, banyak tutorial memasak di Youtube dan Instagram yang justru menyesatkan karena tidak dibuat oleh ahlinya. Hal ini berbeda dengan buku resep yang menampilkan aneka menu hasil buatan para chef atau koki yang sudah memiliki pengalaman di bidang kuliner bertahun-tahun.
Sementara itu, Untuk jenis buku lain, utamanya buku pelajaran dan novel malah berbanding terbalik. Di tengah maraknya e-book, penjualan buku pelajaran dan novel dinilai masih cukup stabil.
“Kalau untuk novel dan buku pelajaran penjualannya masih bagus. Untuk novel best seller, bisa laku ribuan eksemplar per hari. Apalagi buku pelajaran dan ujian. Saat ini pasar anak-anak dan remaja begitu kuat bagi kami,” papar dia antusias.
Menurutnya, anak-anak dan para remaja memang tidak bisa lepas dari buku. Sebab isi buku lebih lengkap dibandingkan dengan materi yang disediakan di internet.
“Selain itu, buku juga penjelasannya lebih jelas. Kalau untuk novel, para remaja memang lebih suka memegang buku dalam bentuk fisik dan membacanya di sela-sela waktu luang. Plot ceritanya lebih mudah untuk diikuti,” pungkas perempuan perambut sebahu tersebut. (tea/nda) 

Berita Terkait