magista scarpe da calcio 2017, Realisasi Rumah Murah 2.000 Unit


2017, Realisasi Rumah Murah 2.000 Unit


 
MALANG - Realisasi program pemerintah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Malang Raya masih minim. Hingga akhir 2017 lalu, rumah yang terbangun masih sekitar 2.000 unit. Padahal, permintaan (backlog) di Malang Raya berjumlah sekitar 15 ribu unit rumah. 
Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim, Koordinator Wilayah Malang, Makhrus Sholeh mengatakan, saat ini permintaan rumah murah memang banyak. Namun, stoknya masih kurang. Pada 2017, jumlah rumah murah yang terbangun sebanyak 2.000 unit, sedangkan pada 2016 lalu, sebanyak 1.600 unit. “Jumlahnya memang mengalami peningkatan. Namun jika berdasarkan permintaan yang ada, jumlah rumah yang dibangun masih kurang,” kata dia ketika dihubungi Malang Post. 
Terkait hal tersebut, Makhrus menerangkan, banyak kendala di lapangan yang terjadi. Salah satunya minimnya pengetahuan pemerintah daerah terhadap PP No 64 Tahun 2016 sudah keluar dan didukung dengan paket kebijakan ekonomi Jokowi yang ke-13. Selain itu, kendala lainnya yaitu karena harga tanah yang saat ini cukup tinggi serta tersandung masalah perizinan. 
"Oleh karena itu, peraturan pemerintah pusat perlu sosialisasi lagi. Sebelumnya ada 33 perizinan, sekarang tinggal 11 perizinan. Di lapangan belum banyak yang menjalankan. Biaya perizinan sendiri saat ini juga terbilang masih tinggi,” terang Makhrus.  
Menurut Makhrus, untuk pengurusan perizinan, masih ada beberapa oknum, mulai RT, RW, camat hingga lurah yang masih meminta biaya tambahan. Terkait hal tersebut, pihaknya mengaku masih belum bisa memberantas, meskipun sudah ada tim saber pungli (pungutan liar).
“Kalau tidak dikasih tidak selesai-selesai. Berantas biaya non resmi masih sulit,” lanjut Makhrus.
Lebih lanjut, Makhrus mengungkapkan, harga rumah murah juga akan mengalami peningkatan pada tahun 2018.  Jika sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 123 juta per unit, nanti akan naik menjadi Rp 130 juta per unit. Oleh karena itu, pihaknya berharap, pada tahun 2018 ini, pembangunan rumah murah bisa mengalami peningkatan sebesar 20 persen.
“Di Malang Raya sendiri, jumlah pengembang rumah murah ada sekitar 20 pengembang. Sedangkan di Jatim ada sekitar 200 pengembang,” pungkas dia.(tea/nda)

Berita Terkait

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top