Asuransi Astra Bidik Kenaikan Omzet 20 Persen


MALANG – Sepanjang tahun 2018, Asuransi Astra Branch Malang menargetkan pendapatan tumbuh 20 persen. Target ini dibidik berdasarkan prediksi peningkatan penjualan mobil di tahun ini.
Kepada Malang Post, Branch Manager Asuransi Astra Branch Malang, Ruby Theofela mengatakan, tahun ini penjualan mobil diprediksi akan tumbuh hingga 5 persen. “Berdasarkan data tersebut, kami optimis jika tahun ini pendapatan Asuransi Astra akan tumbuh 20 persen,” ujar pria yang akrab disapa Theo ini.
Tahun 2017 lalu, Asuransi Astra Branch Malang sukses membukukan pendapatan Rp 44 miliar. Angka ini sesuai dengan target yang dibidiknya. Dari total pendapatan Rp 44 miliar yang dibukukan, didominasi oleh penjualan produk asuransi untuk kerusakan mobil, Garda Oto.“Untuk portofolio, asuransi ini memberikan kontribusi sebanyak 55 persen dari total pendapatan kami,” kata dia ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Pada produk Garda Oto ini, pihaknya memiliki dua layanan perlindungan untuk melindungi mobil nasabah. Pertama, komperhensif yang menyediakan asuransi kendaraan untuk kerusakan sebagian hingga total. Kedua, Total Lost Only (TLO) yang menyediakan asuransi untuk kerusakan total atau hilang. “Untuk TLO, estimasi perbaikan mobil ditukar sejumah uang tunai sebesar 75 persen dari harga kendaraan ketika kejadian,” papar dia.
Sejauh ini, asuransi mobil tersebut digenjot dari tiga mobil dari brand Astra yang ada di wilayah Malang, seperti Toyota, Daihatsu dan Isuzu. “Berdasarkan total penjualan tunai keras setiap bulan di Toyota, sebanyak 13 persen pelanggan menggunakan asuransi. Untuk Daihatsu sebanyak 5 persen. Sedangkan untuk pembelian kredit yang dilakukan melalui Astra Credit Company (ACC, Astra Group) 100 persen pasti pakai asuransi kami,” lanjut dia.
Sementara itu, untuk program di tahun 2018, Asuransi Astra akan melanjutan program tiga bulan asuransi gratis untuk customer Toyota. “Program ini masih cukup efektif sehingga kami berencana akan melanjutkan. Selain itu, kami juga sedang menggodok program lainnya untuk menarik nasabah” pungkas dia. (tea/nda)

Berita Terkait