Mitsubishi Xpander, Sesuaikan Kenaikan Harga dengan Pasar


MALANG – Memasuki tahun 2018, Mitsubishi resmi menaikkan harga jual jagoan barunya di kelas Low MPV, Xpander. Kenaikan harga ditetapkan sekitar Rp 3 jutaan dan  ini berlaku secara nasional sejak 1 Januari lalu.
Meski secara nasional sudah dipastikan naik di angka Rp 3 jutaan, di Jatim sendiri, pihak dealer masih menghitung lagi kenaikan yang pas. Pihak dealer khawatir jika kenaikan harga yang terlalu tinggi berakibat menurunkan penjualan Xpander sendiri.  
 “Secara nasional, kami menaikkan harga sekitar Rp 3 jutaan. Jadi, bagi konsumen yang melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mulai 1 Januari 2018, akan mengalami kenaikan harga. Sedangkan untuk kawasan Jawa Timur, kenaikan pastinya masih kami hitung hingga saat ini. Kami masih meraba-raba harga,” kata CS Promotion Mitsubishi Sun Star Motor, Iwan Pripambudi ketika dikonfirmasi oleh Malang Post.
Menurut Iwan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adnya kenaikan harga Bea Balik Nama (BBN) yang disesuaikan juga dengan biaya peroduksi kendaraan tesebut. “Nantinya, harga yang ditetapkan akan kami sesuaikan dengan kemampuan pasar juga,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga berharap, kenaikan harga tersebut tidak mempengaruhi penjualan secara signifikan. Sebab, sejauh ini, permintaan terhadap Xpander terus meningkat. “Terbukti dengan munculnya dua mobil baru yang diluncurkan oleh kompetitor. Kami awalnya berpikir akan mengancam penjualan Xpander, ternyata tidak. Jadi, kami juga berharap hal yang sama ketika nanti harga naik,” beber dia.
Untuk diketahui, SPK yang diterima oleh dealer Mitsubishi Sun Star motor setiap bulannya mencapai sekitar 90 unit. Sedangkan untuk mobil yang dikirimkan kepada konsumen, sebanyak 60 unit setiap bulannya, tergantung dari alokasi barang di main dealer. “Kalau ditotal hingga akhir tahun lalu, pemesanan Xpander mencapai 600 unit. Semoga saja, tahun ini penjualan bisa meningkat hingga 3 persen,” harap Iwan. (tea/nda)