Gaet Backpacker, The Alimar Hadirkan Capsule Room


 
MALANG – Trend kamar kapsul bakal semakin ramai di tahun ini. Tak hanya hotel baru saja yang berebut pasar backpacker, tetapi juga hotel-hotel lama, seperti The Alimar Hotel. Untuk bermain di pasar ini, The Alimar secara khusus menghadirkan capsule room.
Operational Manager The Alimar Hotel Malang, Sukandar mengatakan, The Alimar menghadirkan capsule room sejak tahun lalu. Bidikan utamanya tak lain para backpaker dan tamu yang transit dam tidak membutuhkan waktu lama untuk stay di hotel.  “Untuk capsule room, kami membanderol dengan harga mulai Rp 99 ribu per malam per orang,” ujar Sukandar.
Capsule Room The Alimar terletak di lantai 2 dengan jumlah 12 kamar di dua ruangan. Untuk memberikan kenyamanan kepada tamu yang menginap di capsule room, manajemen The Alimar menyediakan electronic keycard, hot and cold shower serta non smoking room. 
Untuk pemasaran capsule room, lanjut Sukandra, pihaknya memanfaatkan dua jalur, yakni konvensional untuk tamu-tamu walk in serta via Online Travel Agent (OTA).
“Perbandingannya fifty-fifty. Ketika weekdays, banyak tamu kami yang berasal dari OTA. Sedangkan ketika weekend, dominan tamu yang walk in,” sambung Sukandar.
Sementara itu, selain capsul room, The Alimar juga menyediakan 60 kamar yang terdiri dari 38 kamar untuk tipe petite deluxe, 1 kamar tipe superior, 6 kamar tipe deluxe dan 4 kamar tipe family.
“Untuk weekend dan weekdays, kami menyediakan harga kamar yang berbeda. kalau weekdays harganya mulai Rp 265 ribu non breakfast dan mulai Rp 325 ribu untuk yang include breakfast. Sedangkan untuk weekend, mulai Rp 355 ribu untuk yang non breakfast dan Rp 395 ribu yang include breakfast,” terang dia.
The Alimar Hotel memiliki ‘Sky Bridge Room’. Posisinya benar-benar berada di atas jembatan yang terletak di bagian atas.
“Setidaknya ada sembilan kamar yang termasuk tipe sky bridge room. Pemandangan yang diperoleh para tamu juga lebih bagus,” jelas Sukandar.
Sejauh ini, rata-rata okupansi hotel tersebut berada di sekitar 70 persen-80 persen ketika sedang peak season. Sementara ketika low season, berada di kisaran  50 persen. jumlah tersebut untuk ukuran hotel di wilayah Malang raya terhitung stabil. (tea/nda) 

Berita Terkait