IHGM Malang: Pariwisata Masih Terkendala Infrastruktur


MALANG – Kurangnya infrastruktur di bidang pariwisata menjadi tantangan bagi pelaku bisnis perhotalan di Malang Raya. Untuk itu, para pimpinan hotel yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager (IHGM) DPC Malang Raya akan fokus memperhatikan masalah ini.
Dalam pertemuan rutin IHGM Jumat (12/1) malam yang digelar di Swiss Belinn Hotel Malang, General Manager The 1O1 Malang OJ Hotel, Anzar Maulana menyebutkan, saat ini tantangan perhotelan adalah kurangnya infrastruktur yang dihadirkan oleh pemerintah, salah satunya tourism centre.
"Kalau ada tamu yang datang ke Malang, mereka terkadang kesulitan untuk mencari informasi. Mungkin, perlu diadakan semacam tourism centre atau peta wisata Malang Raya untuk memudahkan wisatawan. Selain itu, kami berharap dibangun satu kawasan khusus untuk pusat oleh-oleh yang komplet untuk memudahkan wisatawan," papar dia.
Anzar juga menuturkan, hotelier sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendatangkan tamu dengan berbagai macam strategi yang mereka miliki. Namun, hal tersebut juga masih terganjal dengan kurangnya tenaga professional. Apalagi, ketika tamu asing yang datang, masyarakat terkendala bahasa.
"Masyarakat Malang masih belum sadar kalau Malang Raya adalah kota wisata yang menjadi jujugan wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Agar pariwisata bisa semakin maju, semua pihak, paik stakeholder, pemerintah maupun masyarakat harus bersinergi untuk membangun pariwisata," tandas dia.
General Manager Singhasari Resort, Rusmaidi Fetra mengatakan, di tengah kondisi ekonomi yang dikabarkan turun, orang-orang justru banyak yang melakukan piknik ke luar kota. Malang Raya menjadi salah satu destinasi utama. Karena itu sangat sayang jika potensi ini tidak bisa dimaksimalkan.
"Artinya, orang-orang banyak mengeluarkan uang, kan. Okupansi hotel di Malang Raya, utamanya Kota Batu sering full. Antar hotel biasanya bersaing harga, semua memiliki strategi masing-masing untuk itu. Untuk itu, semua pihak harus bisa memanfaatkan kondisi ini," papar dia.
Sementara itu, Ketua IHGM DPC Malang Raya, Ratna Dwi Rachmawati mengatakan, setiap bulannya pihaknya selalu mengadakan pertemuan rutin untuk menjalin silaturahmi antar anggota yang saat ini jumlahnya sebanyak 32 orang. Pada pertemuan tersebut, selalu ada sharing yang diberikan antar anggota. "Kami memang bersaing, tapi bersaing sehat. Jadi, setiap pertemuan selalu ada hal positif yang bisa menambah wawasan baik untuk diri sendiri maupun tim," terang Ratna.
Pada kesempatan tersebut, IHGM DPC Malang Raya juga mendiskusikan penjualan melalui Online Travel Agent (OTA). "Saat ini, hotel sudah memanfaatkan OTA yang memiliki berbagai macam platform dengan policy masing-masing. Setiap hotel punya ukuran sendiri untuk menentukan berapa kontribusi tamu yang datang dari OTA. Kami tidak bisa pukul rata," papar Ratna.
Selain untuk sharing, IHGM DPC Malang juga sering mengadakan event untuk karyawan hotel se-Malang Raya untuk berdiskusi tentang perhotelan, housekeeping hingga management. "Kegiatan ini kami adakan sekitar dua bulan sekali. Sepanjang 2017, kami sudah mengadakan 6 event. Kami juga mengimbau semua departemen untuk membangun komunitas serupa," ujar perempuan berkacamata ini. (tea/nda)

Berita Terkait