Premi KUR Dominasi Omzet Askrindo


MALANG - Sepanjang 2017 lalu, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Malang berhasil menghimpun dana premi sebesar Rp 35 miliar. Premi yang dihimpun tersebut didominasi oleh Kredit Usaha Rakyat, yakni sebesar 65 persen. Sedangkan sisanya, sebanyak 35 persen dari premi Non-KUR. Realisasi tersebut tumbuh hingga 17 persen dibandingkan pendapatan premi di 2016.
Area Managing Director PT Askrindo Cabang Malang, Ahmad Rughbi mengasumsikan ekonomi di sekitar wilayah Malang Raya tumbuh dengan adanya peningkatan premi asuransi kredit tersebut.
“Artinya, ada pertumbuhan ekonomi baik dari sisi penyaluran kredit maupun kebutuhan asuransi. Namun, untuk secara umum apakah sesuai dengan kondisi perekonomian yang sesungguhnya, saya tidak bisa memberikan informasi yang valid. Mengingat, pelaku usaha atau jasa asuransi cukup banyak di wilayah ini, sekitar 36 pelaku bisnis,” terang dia kepada Malang Post.
Selain premi, pihaknya juga menghitung total pembayaran klaim sepanjang 2017, yakni menembus angka Rp 22 miliar. 70 persen dari dana tersebut untuk pembayaran klaim KUR dan sisanya adalah Non KUR. “Bila dibandingkan realisasi pembayaran klaim di 2016, justru turun sebesar 18,50 persen. Hal itu menunjukkan perbankan sebagai penyalur kredit melakukan penyaluran kredit dan mitigasi risiko semakin prudent,” lanjut dia.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Rughbi tersebut memamparkan, terkait dengan target penghimpunan premi di 2018 pihaknya masih belum mematok angka. Namun, dia memproyeksikan, penghimpunan premi akan lebih tinggi bila dibandingkan 2017.
“Seiring dengan bertumbuhnya target penyaluran KUR tahun 2018 ,diasumsikan premi akan bertumbuh. Namun, untuk klaim belum dapat dipastikan. Hal ini tergantung dari realisasi pertumbuhan ekonomi ditahun 2018 apakah lebih baik atau tidak. Faktor tersebut yang dapat mempengaruhi kekuatan nasabah dalam menyelesaikan kewajibannya,” tandas dia.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Widodo memprediksi penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang bisa tumbuh 10 perse sampai 11 persen selama 2018. “Pada 2017, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan sampai 8 persen sampai 9 persen, sesuai dengan proyeksi kantor pusat,” kata dia.
Pertumbuhan kredit tersebut bisa tumbuh subur karena prediksi tumbuhnya prospek ekonomi global dan domestik. Ada beberapa sektor yang bisa menyerap kredit perbankan, seperti sektor perdagangan, pertanian hingga sektor properti.
Widodo menjelaskan, salah satu pendorong ekspansi kredit adalah pembiayaan melalui program KUR. Dengan ditingkatkan plafond KUR di 2018, maka otomatis penyalurannya akan lebih meningkat. Namun OJK mendorong agar KUR lebih banyak disalurkan ke sektor produktif di tahun depan.
“OJK terus berupaya mendorong pembiayaan KUR agar lebih diarahkan ke sektor produktif. Jumlah realisasi pembiyaan sampai dengan November 2017 yang telah disalurkan melalui program KUR mencapai Rp91,40 triliun atau 85,66 persen dari plafond 2017,” tandas dia.(tea/nda)

Berita Terkait