Apkrindo: Kuliner Online Bukan Pesaing Resto


MALANG - Persaingan bisnis online tidak hanya dialami oleh sektor fashion dan transportasi, namun juga di ranah kuliner. Saat ini, banyak orang yang memulai usahanya dengan menerima delivery order kepada para langganannya. Meski demikian, menurut Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang, keberadaan mereka tak dianggap sebagai pesaing.
Ketua Apkrindo Malang, Indra Setiyadi mengatakan, saat ini kecanggihan teknologi sudah tidak bisa dibendung. Sehingga, pengusaha dari berbagai bidang harus melakukan inovasi agar bisa terus berkembang.
“Saat ini, orang yang pengin makan tapi terhalang kesibukan dan mager (malas gerak) untuk keluar, pasti mengandalkan online. Namun, bagi para pelanggan yang ingin makan besar dan menghabiskan waktu dengan keluarga, pasti memilih keluar dan makan di rumah makan,” terang dia ketika ditemui Malang Post.
Pemilik Rumah Makan Kertanegara tersebut menuturkan, para pengusaha kuliner tidak perlu takut dengan adanya pesaing melalui online. Apalagi, bisnis kuliner di wilayah Malang Raya tumbuh dengan pesat. “Tidak perlu khawatir, sekarang tergantung bagaimana caranya pengelola kafe dan restoran memaksimalkan pelayanan agar tidak ditinggalkan. Mereka juga tidak boleh menutup mata dengan adanya kecanggihan teknologi,” papar Indra.
Lebih lanjut, Indra menjelaskan, kuliner di wilayah Malang raya tumbuh dengan pesat. Apalagi, menurutnya, Malang merupakan kota pendidikan yang mendatangkan banyak mahasiswa. Beberapa mahasiswa tersebut sedikit banyak mulai membuka usaha untuk menambah uang jajan, salah satunya dengan membuka bisnis kuliner. “Selama ada kerumunan, di situ ada nilai jual. Calon pengusaha apapun, utamanya kuliner harus benar-benar jeli melihat pasar,” papar dia.
Selain sektor kuliner yang berasal dari pengusaha, Indra juga meninginkan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa berkembang seiring sejalan dengan sektor usaha lain. Hal ini nantinya akan mempengaruhi income untuk perekonomian wilayah Malang Raya. “Pelaku UKM diberi pembekalan khusus. Sehingga, barang yang mereka tawarkan bisa dijual dan dijadikan souvenir untuk oleh-oleh. Semua sektor harus bergerak jika ingin Pariwisata di Kota Malang terus maju,” tukas dia.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Indra menyebutkan program klasifikasi rumah makan yang harusnya dilaksanakan 2017 belum dapat terlaksana. "Apkrindo sudah memberangkatkan dua orang untuk pelatihan klasifikasi rumah makan. Tentunya, dalam hal ini kami membutuhkan bantuan dari pihak Pemerintah Kota Malang. kami tidak bisa jalan sendiri, butuh bantuan dinas terkait untuk memaksimalkan kinerja dan mematuhi aturan yang ada. kami sudah siap untuk mengaudit rumah makan yang ada jika sudah ada kerjasama dengan dinas," pungkas dia.(tea/nda)

Berita Terkait